Menanti "Integrated Box Office System" di Indonesia

Kompas.com - 10/08/2016, 16:27 WIB
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pemerintah sedang menyiapkan aturan sistem box office terintegrasi alias integrated box office system (IBOS) untuk transparansi data penonton film di bioskop.

Deputi VI Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah Bekraf, Endah Sulistianti, mengatakan bahwa sistem tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) tentang Peredaran Film.

"Dengan adanya sistem intergrated box office system, enggak cuma data penonton, ada juga preferensi ketika film enggak laku, penontonnya segini. Penonton umurnya segini," kata Endah dalam wawancara di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Rabu (10/8/2016).

Dengan adanya IBOS ini, ke depan jaringan bioskop Indonesia wajib melaporkan data jumlah penonton, layar, dan lainnya ke Pusat Pengembangan (Pusbang) Film Kemendikbud sebagai pengelola.

Artinya, para sineas akan dapat memetakan pasar hingga promosi film yang tepat sasaran melalui transparansi data film.

"Itu bisa jadi database pelaku film untuk mengembangkan filmnya lebih lanjut. Karena yang tidak dipunyai sama kita itu database film," tambah Endah.

Ia memberi contoh di Korea Selatan, data tentang jumlah penonton, lama tayang di bioskop, berapa layar untuk sebuah film, dan lainnya, itu diumumkan secara transparan.

Sedangkan di Indonesia selama ini, lanjut Endah, hanya diketahui oleh jaringan bioskopnya dan produser harus jemput bola.

"Ketika filmnya tayang di bioskop, produser harus mencari tahu sendiri jumlah penonton mereka berapa, tayang berapa layar, dan di daerah mana saja. Itu kadang-kadang, datanya manual," ucapnya.

Endah mengatakan, aturan tersebut tinggal menunggu pengesahan dari Mendikbud dan diharapkan mulai berlaku pada bulan ini.

"Berlakunya itu yang punya wewenang itu Pusbang Film. Dari tahun 2009, itu Permendikbud baru mau keluar bulan ini. Harusnya 12 Juli lalu, tapi terpotong lebaran dan lainnya. Bekraf akan sinergikan. Yang urusin ekonominya Bekraf, investasinya BKPM," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.