The Groove Tutup Jazz Gunung 2016

Kompas.com - 21/08/2016, 15:35 WIB
Kelompok musik The Groove menutup rangkaian pentas Jazz Gunung 2016 di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (20/8/2016) malam. DOK.PRIBADI/FACEBOOKKelompok musik The Groove menutup rangkaian pentas Jazz Gunung 2016 di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (20/8/2016) malam.
EditorIrfan Maullana

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Kelompok musik The Groove menutup rangkaian pentas Jazz Gunung 2016 di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (20/8/2016) malam.

"Setelah delapan tahun Jazz Gunung digelar, akhirnya kami berkesempatan tampil menghibur di panggung ini," kata vokalis The Groove Rika Roeslan, setelah tampil menyanyikan lagu "Hanya Karena Cinta".

The Groove menjadi band penutup yang tampil di Jazz Gunung 2016. Dalam kesempatan tersebut, band yang terbentuk pada tahun 1997, juga membawakan lagu baru yang ada dalam album terbaru mereka.

The Groove yang mengusung aliran musik acid jazz, nampaknya menjadi salah satu band yang paling ditunggu penonton Jazz Gunung 2016.

Hal itu dapat dilihat dari antusias penonton yang bersorak ketika nama The Groove disebutkan oleh pembawa acara sesaat sebelum penampilan band terakhir.

Sementara itu, Reza vokalis kedua dari The Groove mengajak seluruh penonton berdiri dan menari mengikuti gaya mereka, sebelum menyanyikan lagu terakhir.

Lagu "Khayalan" yang membuat nama mereka naik menjadi lagu penutup dalam pesta musik jazz tersebut, dan seluruh penonton turun dari tribun festival untuk maju mendekati panggung.

Jazz Gunung Bromo merupakan festival tahunan yang digagas Sigit Pramono, Butet Kartaredjasa dan Djaduk Ferianto. Acara ini bentuk apresiasi terhadap musik jazz.

Animo masyarakat Indonesia untuk menyaksikan pertunjukkan ini cukup besar, terbukti dengan jumlah pesanan kamar yang meningkat drastis di kawasan Tengger pada saat jadwal pertunjukkan.

Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia Kabupaten Probolinggo mencatat pemesanan kamar Hotel di kawasan Tengger sudah mencapai 50 persen untuk hari "H" pertunjukkan, sementara separuhnya sudah dipesan utnuk penonton jazz gunung.

Jazz Gunung kali ini bertemakan "Pesta Merdeka Di Puncak Jazz Raya" yang bertepatan dengan perayaan kemerdekaan Republik Indonesia, serta acara akan dikemas dengan balutan semangat merah putih di pegunungan.

Selama dua hari penikmat musik akan disuguhi penampilan dari musisi ternama dari dalam dan luar negeri, di antaranya Dwiki Dharmawan Jazz Connection, Ermy Kullit. Ian Scionti Trio, Shaggy Dog, The Groove, Ring of Fire featuring Bonita dan Ricad Hutapea, Penny Candarini, Samba Sunda dan Nial Djuliarso trio featuring Arief Setiadi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X