Reza Artamevia: Saya Tidak Mengalami Ketergantungan

Kompas.com - 01/09/2016, 21:18 WIB
Reza Artamevia di Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat, Mataram, Lombok, pada Kamis (1/9/2016) KOMPAS.com/KARNIA SEPTIAReza Artamevia di Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat, Mataram, Lombok, pada Kamis (1/9/2016)
|
EditorAti Kamil

MATARAM, KOMPAS.com -- Penyanyi Reza Artamevia (41) menyatakan dalam jumpa pers bahwa ia tidak pernah merasa sakit dan tak mengalami ketergantungan terhadap narkotika.

Jumpa pers itu dilakukan di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB, di Mataram, Lombok, pada Kamis (1/9/2016), terkait Reza tertimpa kasus dugaan penyalahgunaan narkotika.

"Saya enggak pernah merasa sakit. Saya tidak pernah merasa sakit. Saya tidak merasakan ketergantungan," tutur Reza.

Reza juga mengatakan bahwa saat ini ia sudah rindu kepada kedua buah hatinya.

Reza mengatakan pula bahwa kedua putrinya, yang masih remaja, selalu mengikuti perkembangan kasus yang menyeretnya itu.

"Yang kirim pengacara, anak saya. Jadi, pasti tahu perkembangannya," tuturnya lagi.

Reza mengaku pula baik-baik saja selama menjalani proses pemeriksaan oleh pihak berwajib.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Siapa pun bisa mengalami hal seperti saya. Anda mungkin kalau lagi apes bisa saja seperti itu. Jadi, tolong, semoga jangan ada terjadi stigma-stigma. Siapa pun bisa mengalami seperti saya," ucapnya.

Ia berharap tidak ada lagi orang-orang lain yang mengalami hal yang sama sebagaimana dirinya.

"Saya tegaskan, kami tidak dalam keadaan orang yang sakau (ketagihan). Kami bukan orang yang sakit, kami sehat wal afiat," ujarnya.

Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk beberapa kali tes urine, Reza akan menjalani rehabilitasi dengan rawat jalan di BNN Provinsi NTB.

Keputusan itu diambil oleh pihak BNN setelah Reza dan sejumlah orang lainnya menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk beberapa kali tes urine, selama enam jam di kantor BNN Provinsi NTB.

Hasil tes urine Reza oleh pihak BNN Provinsi NTB negatif.  Sebelumnya, hasil tes urine oleh pihak Polres Mataram positif.

"Kalau misalnya saya orang pemakai yang benar-benar intens, pasti enggak mungkin negatif kali ini hasilnya. Kan semua sudah cerdas, jadi bisa berpikir sendiri," ujar Reza.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X