Ahmad Dhani Akan Selidiki Pembatalan Konser Dewa 19

Kompas.com - 10/11/2016, 12:07 WIB
Ahmad Dhani siap meninggalkan Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (9/11/2016), sesudah melaporkan seorang pemilik akun Facebook dengan dugaan mencemarkan nama baik Dhani. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGAhmad Dhani siap meninggalkan Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (9/11/2016), sesudah melaporkan seorang pemilik akun Facebook dengan dugaan mencemarkan nama baik Dhani.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis musik Ahmad Dhani mengatakan ia kemungkinan akan memperkarakan pembatalan konser grup band Dewa 19 di dua kota.

Seharusnya Dewa 19 akan menggelar konser di Palembang pada 9 November 2016 dan di Jakarta pada 11 November 2016.

Namun, kedua konser itu batal setelah polisi tidak mengeluarkan izin penyelenggaraan.

"Kami akan selidiki sampai sejauh apa. Kalau benar-benar meresahkan, kami pun akan melaporkan polisi yang tidak memberikan izin," katanya dalam wawancara di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/11/2016) sore.

Ia dan para personel Dewa 19 lainnya hingga promotor konser merasa sangat dirugikan akan hal itu, terutama secara material.

"Itu merugikan kami. Karena apa salahnya Dewa 19? Enggak ada salahnya," ujar Dhani.

Jika benar izin itu tak diberikan karena pernyataannya yang dinilai menghina Presiden Joko Widodo, Dhani merasa tidak adil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, ia menegaskan tudingan penghinaan tersebut adalah fitnah dan sudah dilaporkan ke polisi.

"Kan sudah kami laporkan pernyataan itu. Itukan fitnah," ujar suami penyanyi Mulan Jameela tersebut.

"Enggak tahu kenapa kepolisian bisa takut sama ormas semacam Projo dan lain-lain itu. Kayaknya mereka seperti MUI gitu. Lady Gaga kan gagal main karena MUI melarang kan. Sekarang aneh banget, MUI tidak melarang Dewa 19 main, tetapi polisi enggak ngasih izin," tambahnya.

Kompas TV Ahmad Dhani Bantah Menghina Presiden

Diberitakan sebelumnya, Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) dan Projo melaporkan Dhani ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/11/2016).

Laporan itu atas dugaan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo dalam orasi Dhani pada 4 November 2016 di Jakarta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X