Brandon Salim: Salah Sedikit Itu Wajar

Kompas.com - 21/11/2016, 13:21 WIB
Brandon Salim diabadikan dalam kegiatan Indonesia Menari 2016, yang diselenggarakan di delapan titik di East Mall, Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (20/11/2016). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANBrandon Salim diabadikan dalam kegiatan Indonesia Menari 2016, yang diselenggarakan di delapan titik di East Mall, Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (20/11/2016).
|
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran Brandon Salim (20) mengatakan bahwa salah sedikit dalam mengerjakan sesuatu merupakan hal wajar.

Ia menyatakan hal itu setelah ambil bagian dengan menari dalam kegiatan Indonesia Menari 2016, yang diselenggarakan di delapan titik East Mall, Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (20/11/2016).

"Kalau salah sedikit (dalam melakukan gerak tari), wajar, untuk melatih kepercayaan diri. Salah sedikit, yang penting have fun," ujar anak dari artis peran Ferry Salim ini.

"Tapi, kalau enggak mau nari, itu baru enggak wajar. Berarti, enggak sayang sama Indonesia," lanjutnya.

Indonesia Menari merupakan sosialisasi bagi publik bahwa tari dan menari, sebagai bagian dari budaya Indonesia, bukanlah sesuatu yang sulit untuk dikenal dan dipelajari.

Tahun ini, kegiatan tersebut diikuti oleh 1.500 orang, dari perorangan hingga komunitas, dari pelajar dan mahasiswa hingga anggota sanggar tari dan figur publik.

Selama 20 menit, mereka membawakan gerak tari yang diramu oleh Takako Leen dengan iringan musik instrumental yang diracik oleh Pongky Prasetyo untuk medley sejumlah lagu daerah.

Tari itu merupakan penggabungan cuplikan sejumlah tari daerah di Indonesia dengan iringan lagu-lagu "Siksik Sibatumanikan" (Sumatera Utara), "Paris Berantai" (Kalimantan Selatan), "Sajojo" (Papua), "Jali-jali" (Betawi), "Janger" (Bali), dan "Poco-poco" (Sulawesi Utara).

Brandon mengaku bahwa ia berlatih selama dua minggu agar hapal gerak-gerak tari tersebut.  Ia juga mengaku merasakan demam panggung ketika menari bersama sejumlah artis lain, yaitu Tatjana Saphira, Mario Ginanjar, Asmara Abigail, dan Ufa Sofura.

"Tadi sedikit deman panggung. Tapi, karena kami semangat, ya sudah jalani aja," ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X