Oon "Project Pop", dari Vokal Grup hingga "Bakpia Vs Lumpia"

Kompas.com - 13/01/2017, 12:02 WIB
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Personel grup vokal Project Pop, Mochamad Fachroni atau yang akrab disapa Oon, mengembuskan napas terakhirnya seusai menunaikan shalat subuh bersama istrinya, Dessy Rosalianita atau Ocha, di rumahnya di Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/1/2017).

Ia berpulang pada usia 44 tahun akibat komplikasi penyakit diabetes yang dideritanya sejak enam tahun terakhir. "Iya, meninggal hari ini," kata Ocha sambil tersedu lewat sambungan telepon.

Oon memulai kariernya di industri musik Tanah Air bersama grup vokal komedi kreatif bernama Project Pop pada 1996.

Maka, terhitung sudah 20 tahun pria kelahiran 19 Juli 1972 ini malang melintang di panggung-panggung musik Indonesia.

Ketika masih duduk di bangku SMA, Oon pernah tergabung dalam grup vokal SMA 5 Bandung. Kegiatan seninya itu kemudian berlanjut di perguruan tinggi.

Oon yang menempuh pendidikan di Universitas Parahyangan (Unpar) menginisiasi Unit Kegiatan Vocal Group di sana.

Pada usia 24 tahun, ia bersama Project Pop menelurkan album perdana berjudul Bakpia vs Lumpia.

Seiring kepopuleran grup vokalnya, Oon dan kawan-kawan mulai kebanjiran tawaran manggung.

Menyusul kemudian sembilan album yang dirilis oleh Project Pop hampir tiap tahun, di antaranya, album Tu Wa Ga Pat (2000), Pop Oke (2003), Pop Circus (2005), dan Move on Lagi (2015).

Tepat 14 tahun ia berkarier, yakni pada 2010 lalu, Oon mulai melangkahkan kaki ke dunia seni peran.

Pria asal Bandung ini melakukan debut aktingnya dalam film Laskar Pemimpi. Dua tahun kemudian, ia lagi-lagi terlibat layar lebar dengan bermain dalam film Test Pack.

Kemudian, Oon kembali dipercaya untuk mengisi peran dalam film Get M4rried (2013), lalu The Wedding & Bebek Betutu (2015), dan terakhir film Shy Shy Cat yang rilis pada 2016 lalu.

Aktivitasnya di dunia hiburan menurun ketika sakit diabetes yang ia derita mulai melemahkan fisiknya.

Oon pernah dirawat intensif di Rumah Sakit Santo Borromeus, Bandung, Jumat (14/10/2016).

Ia didiagnosis mengidap diabetes sejak usia 38 tahun, penyakit yang juga diderita oleh ayahnya.

Sejak itu, kondisi kesehatan ayah dua anak ini perlahan menurun.

Diabetes ikut menggerogoti, lever, jantung, dan ginjalnya. Itu membuatnya harus menjalani cuci darah tiga kali sepekan.

Sebelum jatuh sakit, Oon sudah sering meminta tabung oksigen setiap kali selesai tampil setahun atau dua tahun belakangan. Pasalnya, Oon sering mengalami sesak napas seusai bernyanyi di panggung.

"Project Pop kan lagunya bikin lompat-lompat. Dia (Oon) sudah minta tolong disediakan tabung oksigen," kata rekan segrupnya, Yosi, beberapa waktu lalu.

Ketika kondisinya membaik, Oon yang memilih dirawat di rumahnya sendiri akhirnya berpulang sekitar pukul 05.00 WIB subuh tadi.

Ia meninggalkan seorang istri dan dua anak.

Jenazahnya kini disemayamkan di rumah duka Jalan Bintang Nomor 15, Perum Kopo Elok, Bandung, Jawa Barat. Menurut rencana, Oon akan dimakamkan di TPU Mekar Wangi, Bandung, seusai shalat Jumat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.