22 Tahun Indosiar, Menginspirasi Penonton dengan Ajang Pencarian Bakat

Kompas.com - 15/01/2017, 09:07 WIB
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Memasuki usia 22 tahun, stasiun televisi Indosiar telah memberi warna tersendiri bagi dunia pertelevisian Indonesia.

Beragam program andalan telah ditelurkan oleh stasiun televisi yang mulai mengudara pada 11 Januari 1995 tersebut. Berbagai program, baik yang berjenis drama maupun non-drama, telah membekas di hati penonton setianya.

Sebut saja film kartun Detective Conan, drama kolosal Angling Dharma, film seri Asia Meteor Garden hingga ajang pencarian bakat Akademi Fantasi Indosiar (AFI) dan yang terbaru adalah ajang pencarian bakat D’Academy.

Ditemui di sela perayaan ulang tahun ke-22 Indosiar di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Rabu (11/1/2017), Division Head PSRD Indonesia Ekin Gabriel mengatakan di usianya saat ini, Indosiar sudah meraih banyak pencapaian yang membanggakan.

“Tema tahun ini menggambarkan bahwa Indosiar dalam beberapa tahun belakangan ini menjadi televisi yang penuh warna, terutama yang nondrama, talent search, musik dan komedi. Kita banyak tampilkan talent-talent dari seluruh Indonesia untuk menjadi profesional di bidangnya,” papar Gabriel kepada Kompas.com.

Ia menyebut program-program Indosiar dirancang untuk tak hanya memberikan hiburan, melainkan juga memberikan inspirasi kepada masyarakat.

“Program kita juga banyak menginspirasi di banyak hal, tidak hanya mengejar penonton sebanyak-banyaknya, walau itu memang salah satu faktor yang penting, tapi juga memberi inspirasi. Misalnya program D'Academy 4, seperti Lesty, Danang, sudah menjadi sejajar dengan artis lain,” tuturnya lagi.

“Ada juga Stand Up Academy, kita juga memberikan suguhan program komedi yang rating-nya tinggi. Tidak hanya menyuguhkan komedi tapi juga menginspirasi. Bahwa ternyata komedi itu memiliki ilmu yang bisa dipelajari. Ini baik untuk mereka yang ingin berlatih presentasi dengan cara yang baik,” imbuhnya.

Menurut Ekin, di usia 22 tahun ini Indosiar harus bisa berkontribusi kepada masyarakat Indonesia,

"Karena sekarang orang sudah mulai mencari ke media sosial. Mereka menganggap televisi sudah usang, tidak independent lagi, sudah karatan. Jadi 22 (tahun) harus seperti emas yang makin bernilai. Jadi di usia 22 tahun Indosiar harus lebih bernilai,” ucapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.