Musika Foresta, Gerakan Ajak Cinta Hutan Lewat Musik

Kompas.com - 19/01/2017, 14:55 WIB
Musisi dan penggerak program Musika Foresta yang diinisiasikan oleh gerakan bernama Hutan itu Indonesia diabadikan di Almond Zuchini, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2017). KOMPAS.com/Tri Susanto SetiawanMusisi dan penggerak program Musika Foresta yang diinisiasikan oleh gerakan bernama Hutan itu Indonesia diabadikan di Almond Zuchini, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2017).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Gerakan "Hutan itu Indonesia" meluncurkan program Musika Foresta yang ditujukan kepada kaum muda.

Program ini bertujuan mengenalkan dan mendekatkan generasi muda kepada hutan-hutan di Indonesia melalui lagu dan kolaborasi para musisi Tanah Air.

Pendiri program Musika Foresta, Roxanna Rufolda Silalahi atau Riry, mengatakan bahwa musik adalah sebuah upaya yang tepat untuk mengajak anak muda terlibat dalam kelestarian hutan.

"Musika Foresta ingin mengajak anak muda untuk mencintai hutan. Gimana caranya? Nah, anak muda kan lebih suka musik, kami ingin menimbulkan kecintaan terhadap hutan dengan musik," ujar Riry saat jumpa pers di Almond Zuchini, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2017).

Beberapa musisi yang terlibat adalah Glenn Fredly, Eva Celia, Astrid & Arlan, Achi Hardjakusumah, dan Alam Urbach.

Riry mengatakan, ia meminta Alam membuatkan sebuah lagu bertema hutan yang dinyanyikan secara kolaborasi. Rencananya lagu itu dirilis pada 17 Mei 2017.

"Sebelum bikin lagu, kami akan ajak mereka ke hutan. Mereka ke lima hutan berbeda. Kami meminta lagu itu agar kena di hati anak muda Indonesia," kata Riry.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Glenn rencananya berkunjung ke Taman Nasional Manusela untuk mengamati kupu-kupu dan satwa liar. Eva Celia akan mengunjungi Taman Nasional Leuser untuk mengamati orangutan dan gajah.

Sementara itu Astrid & Arlan akan ke hutan Nagari Sungai Bulu dan Koto Baru untuk belajar mengenal ikan-ikan di sungai Larangan.

Adapun Alam akan melihat kondisi hutan yang berada di sekitar Sungai Utik di mana menjadi tempat tinggal masyarakat Dayak Iban. Sedangkan Achi akan bereksplorasi di tempat tinggal masyarakat adat Kajang.

Sementara itu, Astrid yang ikut serta dalam program itu awalnya sempat ragu untuk pergi ke hutan. Namun, karena misi yang dibawa adalah sebuah hal yang positif, ia pun menerimanya.

"Diajakin 'yuk ke hutan bikin lagu'. Tentu awalnya enggak berani. Tapi, dalam hati kecil saya penasaran. Ada apa sih? Kan selama ini cuma baca dan film. Saya melawan ketakutan dan akhirnya ayo deh," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X