Fariz RM: Jadilah Penyanyi Jujur Tanpa Bantuan Teknologi

Kompas.com - 22/01/2017, 18:50 WIB
Fariz RM usai konser Nostalgia SMA di JCC Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (20/1/2017) malam. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGFariz RM usai konser Nostalgia SMA di JCC Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (20/1/2017) malam.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi senior Fariz Rustam Munaf atau Fariz RM (58) menyayangkan masih ada penyanyi yang menggunakan teknologi untuk vokalnya.

"Mari kita mulai dengan orang yang jujur. Jadilah penyanyi yang jujur dan bukan dibantu dengan teknologi," katanya dalam wawancara di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Jumat (20/1/2017) malam.

Pelantun "Sakura" ini berharap para "penyanyi teknologi" itu mencoba jujur paling tidak kepada dirinya sendiri akan kemampuan olah vokal mereka.

Ia berpendapat jangan sampai hal itu menjadi alasan menggunakan teknologi untuk memerdukan suara dengan bantuan teknologi.

Namun Fariz berpandangan yang paling berperan soal itu adalah industri musik Indonesia.

Di mana saat ini banyak orang 'dipaksa' menjadi penyanyi hanya karena faktor popularitas, tanpa melihat kualitasnya.

"Industri musik kita enggak mau berusaha mencari yang baru. Buat saya, industri kita yang harus disikapi dengan benar. Udah bukan zaman lagi makan rezeki orang lain. Jadilah yang benar, kita harus berubah," ucapnya.

Itulah mengapa paman penyanyi Sherina Munaf ini menyebut bahwa industri musik Tanah Air sebagai industri yang manja.

"(Musisi muda sekarang) bagus-bagus. Yang terus terang yang harus dibenahi itu industrinya. Industri kita itu manja," ujarnya.

Fariz menambahkan begitu banyak talenta hebat yang dimiliki dunia musik Indonesia. Yang benar-benar berkualitas dari segi vokal dan musikalitas.

"Misalnya Joey Alexander. Saya sebagai penulis lagu melihat Tulus dan Raisa menarik sekali. Talentanya yang istilahnya multiteknis, misal Isyana Sarasvati, hampir mengusai semua teknik vokal, sinden juga," kata Fariz.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X