Madonna Klarifikasi Pernyataan "Meledakkan Gedung Putih"

Kompas.com - 23/01/2017, 12:50 WIB
Penyanyi Madonna berorasi di panggung unjuk rasa Womens March di Washington DC, AS, Sabtu (21/1/2017). Theo Wargo/Getty Images/AFPPenyanyi Madonna berorasi di panggung unjuk rasa Womens March di Washington DC, AS, Sabtu (21/1/2017).
EditorKistyarini

KOMPAS.com - Penyanyi Madonna mengklarifikasi pernyataannya saat berorasi di unjuk rasa Women's March di Washington DC pada Sabtu (21/1/2017).

Saat itu Madonna mengungkap kemarahannya sampai-sampai ia memikirkan untuk meledakkan Gedung Putih.

Melalui akun Instagramnya, Madonna menjelaskan maksud dari kalimatnya itu. Ia menyebut mengikuti Women's March sebagai pengalaman yang indah dan luar biasa.

"Saya bukan orang yang suka kekerasan. Saya tidak menyuruh orang melakukan kekerasan," Madonna menulis di akunnya.

"Penting bagi siapa pun untuk mendengar dan memahami orasi saya secara keseluruhan, bukan sepotong kalimat yang dicuplik di luar konteks," lanjut penyanyi "Like A Prayer" itu.

Madonna menjelaskan, ia berbicara menggunakan metafora dan berbicara tentang melihat segala sesuatu dengan dua cara.

"Yang pertama dengan penuh harapan dan lainnya dengan amarah, seperti yang saya rasakan."

Namun, lanjut Madonna, melakukan sesuatu karena amarah tidak akan menyelesaikan apa pun.

"Satu-satunya cara untuk mengubah sesuatu menjadi lebih baik adalah melakukannya dengan kasih," tulis salah satu diva pop dunia itu.

"Sebuah kehormatan bagi saya telah menjadi bagian dari kelompok yang menyerukan 'kami memilih kasih'," katanya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X