Melalui Kuasa Hukumnya, Andika "Eks Kangen Band" Bantah Lakukan KDRT

Kompas.com - 18/02/2017, 11:18 WIB
Andika Mahesa Setiawan, mantan vokalis Kangen Band, di Jakarta pada 2011 KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHIAndika Mahesa Setiawan, mantan vokalis Kangen Band, di Jakarta pada 2011
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan vokalis grup Kangen Band, Maesa Andika Setiawan dilaporkan oleh sang istri, Caca ke Polresta Bandar Lampung, Rabu (8/2/2017).

Sekitar satu minggu berkas diterima oleh penyidik, Andika dipanggil polisi untuk dimintai keterangan seputar dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT), yang diterima oleh Caca.

Kuasa hukum Andika, Toto Ruhanto mengatakan bahwa Andika tidak bersalah dan tak pernah melakukan KDRT terhadap Caca.

"Semua kejadian itu tidak benar. Andika membantah semua tudingan Caca kepadanya," kata Toto saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (17/2/2017).

Kendati demikian, Toto menilai laporan istri Andika akan sia-sia karena tidak ada saksi saat kejadian.

"Andika dipanggil sebagai saksi. Itukan pengakuan dari Caca (menggunakan sabuk pedang). Tapi kejadian pada waktu itu, enggak ada yang lihat Andika mukul pakai tangan dan pedang," jelasnya.

Meski belum diketahui bersalah atau tidak, Toto menegaskan bahwa kliennya cukup ketakutan dijebloskan ke dalam penjara jika terbukti bersalah atas laporan Caca.

[Baca: Andika Eks Kangen Band Akhirnya Bebas]

"Betul (ketakutan). Pada prinsipnya dia (Andika) enggak mau terulang lagi. Tapi karena ini ada laporan dari istri, dia kaget dan shock. Karena sudah terjadi ya kami hadapi," ucap Toto.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber Warta Kota
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X