Sutradara "Galih & Ratna" Siksa Joko Anwar

Kompas.com - 28/02/2017, 15:40 WIB
Joko Anwar memutar film pendeknya, Jenny, untuk aplikasi Tribe di CGV Blitz Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (30/8/2016). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGJoko Anwar memutar film pendeknya, Jenny, untuk aplikasi Tribe di CGV Blitz Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (30/8/2016).
EditorIrfan Maullana


JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradara Joko Anwar ikut meramaikan Galih & Ratna yang merupakan daur ulang film era 1970-an, Gita Cinta dari SMA. Dalam film ini, ia berperan sebagai guru di sekolah yang setiap hari memastikan para murid mematuhi aturan.

Sutradara Lucky Kuswandi berkelakar bahwa ini adalah cara "menyiksa" temannya, dengan memberi peran yang jauh berbeda dengan apa yang biasa dilihat orang-orang lewat akun Twitter Joko.

"Joko sih saya torture (siksa) saja makanya dikasih peran yang bertolak belakang," kata Lucky berseloroh usai pemutaran perdana Galih & Ratna di Jakarta, Senin (27/2/2017).

"Tapi dia enjoy saja mengeksplorasi sisi yang enggak bisa diekspos di Twitter," imbuh dia.

Joko Anwar sendiri mengaku bahwa ia adalah penggemar berat Gita Cinta dari SMA. Hal itu pula yang membuatnya tertarik untuk ikut tampil dalam film daur ulang ini.

"Saya dulu sampai ingin punya tahi lalat di sini," kata Joko sembari menunjuk ke dagu kanannya sebagai isyarat mengagumi akting Rano Karno.



Rekomendasi untuk anda
RECIPES
SUP PANGSIT
SUP PANGSIT
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X