Iwan Fals: Saya Mau Omong Banyak, tetapi Nanti Di-"bully"

Kompas.com - 06/03/2017, 10:04 WIB
Iwan Fals tampil pada Java Jazz Festival 2017 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Minggu (5/3/2017). Java Jazz Festival 2017 yang berlangusng selama tiga hari menampilkan musisi dari dalam dan luar negeri. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOIwan Fals tampil pada Java Jazz Festival 2017 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Minggu (5/3/2017). Java Jazz Festival 2017 yang berlangusng selama tiga hari menampilkan musisi dari dalam dan luar negeri.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyanyi Iwan Fals ikut menyuarakan pendapatnya soal Pilkada DKI Jakarta 2017 ketika manggung di Java Jazz Festival 2017 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (5/3/2017).

Sebelum melepas tembang "Asyik Nggak Asyik" sebagai lagu ketiganya, Iwan yang tampil perdana di Java Jazz ke-13 di panggung BNI Stage Hall B3 itu mengungkapkan kegundahannya.

"Jakarta sedang ramai-ramainya 'pilkatak', pilkada serentak maksudnya," kelakar Iwan disambut tawa penonton yang telah menyemut di depan panggung.

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Iwan Fals tampil pada Java Jazz Festival 2017 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Minggu (5/3/2017). Java Jazz Festival 2017 yang berlangusng selama tiga hari menampilkan musisi dari dalam dan luar negeri.
"Bosan ini. Suasananya sudah mulai enggak mengenakkan. Mudah-mudahan dengan adanya Jaza Jazz ini bisa mencairkan suasana. Saya mau ngomong banyak, tetapi nanti saya malah di-bully," kata Iwan yang langsung menggelindingkan lagu tersebut.

Lagu penuh energi itu diwarnai suara harmonika yang dimainkan Iwan. Dentuman drum dan raungan gitar makin membuat suasana menggetarkan. Penonton yang menyaksikan penampilan Iwan ikut bernyanyi.

"Rakyat nonton jadi supporter // Kasih semangat jagoannya // Walau tau jagoannya ngibul // Walau tau dapur nggak ngebul," demikian nyanyian Iwan.

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Iwan Fals tampil pada Java Jazz Festival 2017 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Minggu (5/3/2017). Java Jazz Festival 2017 yang berlangusng selama tiga hari menampilkan musisi dari dalam dan luar negeri.
Sederet tembang seperti "Yang Terlupakan", "Izinkan Aku Menyanyangimu", "Bento", dan "Bongkar" digelindingkan bergantian oleh Iwan dengan perpaduan unsur musik pop dan jazz.

"Ini harapan saya untuk Presiden saya dan Presiden kalian juga," ucap Iwan yang kemudian mengumandangkan lagu "Manusia Setengah Dewa".

Iwan menutup lagunya dengan "Kuda Lumping" pada pukul 01.03 WIB. Ia berkolaborasi dengan duo Maurice Brown (terompet) dan Kirk Whallum (saksofon).

Sebelum turun panggung, Iwan dan semua personel band pengiringnya menirukan gerakan kuda lumping.

"Terima kasih semuanya," kata Iwan dengan lantang. Ini merupakan partisipasi perdana Iwan dalam sejarah Java Jazz Festival.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X