Film "Street Punk! Banda Aceh" Tarik Perhatian di London

Kompas.com - 07/03/2017, 23:02 WIB
EditorIrfan Maullana

KOMPAS.com - Film dokumenter Street Punk! Banda Aceh, karya jurnalis Maria Bakkalapulo dan pasangan produsernya, Niall Macaulay, berhasil mengundang rasa kagum penikmat film Indonesia di London, Inggris.

Film itu ditayangkan dalam Festival Film Indonesia yang bertemakan "Films of The Archipelago", yang diadakan di Deptford Cinema, bioskop berbasis komunitas di wilayah Tenggara London, dari tanggal 4 sampai dengan 26 Maret.

"Filmnya sangat menarik dan tidak dapat dibayangkan ada sekelompok anak remaja dengan gaya Barat di Aceh yang budaya sangat ketat," ujar Grabiella kepada Antara London, usai menonton film Street Punk! Banda Aceh, Senin (6/3/2017) malam.

Film Street Punk! Banda Aceh menceritakan kisah kehidupan anak remaja di Banda Aceh yang tergabung dalam komunitas punk yang sangat populer di negara Barat, tumbuh 11 tahun lalu, setelah terjadinya gempa bawah laut besar memicu tsunami di Samudera Hindia, yang menewaskan 167.000 orang di Aceh.

Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Inggris dan Irlandia, Rizal Sukma, menyampaikan pujiannya atas penyelenggaraan Films of the Archipelago di Deptford Cinema yang dapat mempromosikan kekayaan budaya dan keunikan kehidupan sosial Indonesia kepada masyarakat Inggris.

Dikatakannya film merupakan salah satu medium yang efektif dalam pelaksanaan diplomasi budaya Indonesia di Inggris, yang dapat mempererat hubungan antarwarga di antara kedua negara

Sementara itu Lenah Susianty, pengagas festival film Indonesia Festival bersama Paul Flanders kepada Antara mengatakan film Indonesia belum banyak dikenal di Inggris.

"Hal ini disebabkan tidak adanya hubungan dengan perusahaan pendistribusi film di Inggris. Hanya beberapa film saja yang bisa masuk ke bioskop umum di Inggris, seperti The Raid yang disutradarai Gareth Evans," ujarnya.

Untuk itu dengan digelarnya "Films of The Archipelago", yang menjadi uji coba untuk melihat animo penonton.

"Saya merasa senang dengan animo penonton yang cukup banyak sebagian besar orang Inggris, sasaran kami memang itu. Selain itu film Indonesia sudah saatnya dikenal di luar karena banyak yang bagus," ujar Lenah yang lama menetap di London dan bekerja sebagai penerjemah.

Film Indonesia lainnya yang diputar selama festival selain Street Punk! Banda Aceh, sebelumnya Jilbab Selfie, juga ada film Jalanan, Maryam, Lovely Man, serta film laga Headshot, dan Pintu Terlarang dengan harga tiket sebesar lima poundsterling.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.