Bimbim "Slank": Skip Challenge Berbahaya

Kompas.com - 10/03/2017, 21:39 WIB
Bimbim Slank menggendong anaknya saat mengisi acara festival Pekan Raya Indonesia (PRI) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Senin (24/10/2016). Festival pesta rakyat dengan mengusung 1000 band, kuliner, cerita rakyat legendaris dan pameran multi produk ini berlangsung hingga 2 November 2016. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIBimbim Slank menggendong anaknya saat mengisi acara festival Pekan Raya Indonesia (PRI) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Senin (24/10/2016). Festival pesta rakyat dengan mengusung 1000 band, kuliner, cerita rakyat legendaris dan pameran multi produk ini berlangsung hingga 2 November 2016.
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Penambuh drum Bimo Setiawan Almachzumi (50) alias Bimbim "Slank" ikut mengomentari fenomena skip challenge yang tengah menjadi buah bibir di masyarakat.

"Gue baru tahu tadi pagi soal skip challenge tersebut. Menurut gue itu sangat bahaya karena bikin orang pingsan, kayak 'mematikan' diri sejenak," kata Bimbim di Gang Potlot III, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (10/3/2017).

Bimbim berpendapat, tidak ada manfaatnya mempraktikkan permainan yang tengah ramai di media sosial dengan tagar #SkipChallenge itu. Ia menyebut 'permainan' itu terlalu bodoh untuk dilakukan.

"Stupid, bodoh kok dilakuin. Bahaya dan enggak lucu," kata ayah Maomettano Luke Almachzumi tersebut.

Mencegah agar permainan tidak dilakukan ketiga anaknya, Bimbim bersama sang istri Reny Setiawati memberikan pemahaman kepada dua anaknya yang lebih tua.

Ia juga mengimbau kepada para orangtua untuk lebih memperhatikan kegiatan anak-anaknya.

Untuk diketahui, skip challenge dilakukan dengan cara menekan dada sekeras-kerasnya selama beberapa menit hingga remaja yang melakukannya mengalami pingsan dan kejang.

Beberapa di antara pelakunya terlihat kejang-kejang sesaat akibat. Orang yang menjadi target skip challenge akan terjatuh lemas dan kehilangan kesadaran.

Setelah beberapa saat mereka akan kembali sadarkan diri. Kebanyakan orang tak menyadari bahaya tantangan #SkipChallenge yang ditengarai dapat membuat seseorang pingsan, karena kurangnya oksigen ke otak.

Banyak video yang disebar di media sosial dilakukan di ruangan kelas atau di lingkungan sekolah. Sampai sekarang belum diketahui dari mana asal #SkipChallenge ini.

Seiring maraknya skip challenge, video-video yang mengingatkan bahayanya praktik ini juga sudah beredar di Instagram maupun di Youtube.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X