Rachel Amanda Garap Buku Puisi demi Bangkitkan Gairah Menulis

Kompas.com - 17/03/2017, 21:09 WIB
Rachel Amanda menceritakan kesenangannya dalam menulis puisi ketika ditemui usai bedah buku The Nekad Traveler di Atrium Stage Plaza Semanggi, Jumat (17/3/2017). KOMPAS.com/SINTIA ASTARINARachel Amanda menceritakan kesenangannya dalam menulis puisi ketika ditemui usai bedah buku The Nekad Traveler di Atrium Stage Plaza Semanggi, Jumat (17/3/2017).
|
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pada biodata akun Instagram-nya, artis peran dan penyanyi Rachel Amanda (22), @auroramanda95, menulis bahwa bidang yang digelutinya atau disukainya adalah "Bersandiwarda & Menulis".

Ketika ditemui oleh Kompas.com pada acara Bedah Buku The Nekad Traveler di Atrium Stage, Plaza Semanggi, Jakarta, Jumat (17/3/2017), Amanda menceritakan bahwa ia suka menulis selain berakting.

"Aku tuh udah hobi nulis sejak SD. Dulu suka bikin cerpen dan aku masukkin ke majalah-majalah remaja," ungkapnya.

Namun, perempuan yang lahir di Jakarta pada 1 Januari 1995 ini kemudian harus beristirahat dari kegiatan tulis menulis itu karena studi dan kariernya.

"Aku sempet vakum dan nulis lagi pas SMA. SMA sampai sekarang sih lebih suka nulis puisi. Seneng main sama kata-kata, eksplor diksi dalam bahasa Indonesia, karena menurutku bahaa Indonesia itu susah," tutur pemeran Yasmin dalam film Trinity, The Nekad Traveler ini.

Untuk membangkitkan gairahnya dalam menulis, Amanda sekarang sedang membuat sebuah buku puisi bersama seorang temannya.

"Aku lagi nyusun buku berdua sama temanku yang mudah-mudahan pertengahan tahun ini keluar," terangnya.

Amanda mengatakan bahwa sebelum ini ia suka menulis puisi bertema cinta. 

"Tapi, akhir-akhir ini aku lagi coba untuk nulis puisi soal kehidupan," ujarnya.

Amanda juga bergabung bersama sebuah komunitas online yang para anggotanya adalah mereka yang suka menulis fiksi atau puisi dalam bahasa Indonesia.

"Awalnya aku diajakin founder-nya. Ini tuh komunitas Fakultas Hukum Universitas Indonesia which is aku bukan anak hukum tapi aku diajak," ucap Amanda, yang berkuliah di Fakultas Psikologi UI.

Dalam komunitas itu, Amanda menjadi pencerita tetap. Ia harus membuat minimal dua tulisan dalam sebulan. Namun, akunya, karena studi dan kariernya, ia tidak selalu bisa memenuhi tugasnya itu.

Kini, lanjutnya, ia membiasakan diri lagi untuk menulis.

"Nulis tuh harus dipaksa. Kalau dibawa mood, enggak kelar-kelar. Ini aja aku sampai ditelepon editor mulu," ceritanya diseling tawanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X