Indro "Warkop" Ingin Semua Komika Bisa Menulis

Kompas.com - 23/03/2017, 21:26 WIB
Indro Warkop kembali didapuk menjadi salah satu juri Stand Up Comedy Indonesia 7. Ia diabadikan seusai jumpa pers SUCI 7 Magical 7 di Wyls Kitchen Veranda Hotel at Pakubuwono, Jakarta Selatan, Kamis (23/3/2017). KOMPAS.com/SINTIA ASTARINAIndro Warkop kembali didapuk menjadi salah satu juri Stand Up Comedy Indonesia 7. Ia diabadikan seusai jumpa pers SUCI 7 Magical 7 di Wyls Kitchen Veranda Hotel at Pakubuwono, Jakarta Selatan, Kamis (23/3/2017).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Proses mentoring para komika selama Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) KompasTV menjadi salah satu bagian terpenting dalam mempersiapkan materi dan meningkatkan kualitas mereka.

Indro "Warkop", salah satu juri SUCI mengungkapkan bahwa ke-16 komika SUCI musim ke-7 ini memang belum bisa dilihat potensinya. Sebab, para komika baru akan bersaing di panggung SUCI 7 di Balai Sarbini pada 31 Maret 2017, pukul 22.00.

Sejauh ini, ia hanya bisa menebak-nebak dan berharap saja.

"(Tunggu) setengah jalan aja. Karena mereka sudah mendapatkan pendidikan dan mentoring bermacam-macam, justru baru mulai kelihatan potensinya mana yang bagus, mana yang enggak," kata Indro dalam jumpa pers SUCI 7 "Magical 7" di Wyl's Kitchen Veranda Hotel at Pakubuwono, Jakarta Selatan, Kamis (23/3/2017).

Juri yang akrab dengan jargon "kompor gas" ini juga berharap para komika memiliki kemampuan menulis, tentunya lewat mentoring tersebut.

Ke depan, pengalaman ini tak hanya berguna dalam penyusunan materi stand up, tapi juga bisa berguna untuk hal-hal lain di luarnya.

"Bahkan kita bisa tahu ini anak enggak nulis. Nih anak enggak ngerjain tugas. Nih anak emang jago, tapi enggak nulis. Itu juga sebuah kelemahan. Enggak boleh," ungkap pria kelahiran Purbalingga, 8 Mei 1958 ini.

"Kita pengin semua stand up comedian di KompasTV ini bisa nulis," ujarnya.

Ia memberi contoh, Bene Dion, jebolan SUCI 3, juga menjadi salah satu penulis di Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss!. Di sisi lain, Bene juga sempat menerbitkan buku berjudul Ngeri-ngeri Sedap pada 2014 lalu.

Di sisi lain, Kemal Palevi, jebolan SUCI 2, juga sempat menulis naskah film Tak Kemal Maka Tak Sayang, yang diadaptasi dari buku berjudul sama, yang juga ditulis olehnya.

"Yang keluar dari sini (SUCI) bukan hanya dikenal sebagai stand up comedian, tapi juga bisa sebagai penulis," tutur Indro.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X