Diperkirakan, Biaya Revitalisasi Gedung PFN Rp 300 Miliar

Kompas.com - 30/03/2017, 20:45 WIB
M Abduh Aziz, Direktur Utama Perum Produksi Film Negara, diabadikan pada acara FILARTC 2017 di Gedung PFN, Jakarta Timur, pada Kamis (30/3/2017). KOMPAS.com/IRA GITAM Abduh Aziz, Direktur Utama Perum Produksi Film Negara, diabadikan pada acara FILARTC 2017 di Gedung PFN, Jakarta Timur, pada Kamis (30/3/2017).
|
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Bertempat di Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) 125-127, Jakarta Timur, Gedung Perum Produksi Film Nasional (PFN) kini sudah tua dimakan usia.

Pada Kamis (30/3/2017) hingga Sabtu (1/4/2017), gedung itu dijadikan tempat perhelatan Film and Art Celebration (FILARTC) 2017 dalam rangka Hari Film Nasional 2017.

Pihak PFN mengatakan bahwa mereka sudah merencanakan revitalisasi gedung tersebut.

"Sebenarnya konsep dasarnya sudah ada, kami mau buat apa. Intinya, kami mau buat semacam kreativitas dalam bidang perfilman dengan fungsi-fungsi seperti studio, working space, post," ujar M Abduh Aziz, Direktur Utama PFN, ketika ditemui dalam acara FILARTC 2017 di Gedung PFN, Jakarta Timur, Kamis (30/3/2017).

"Persoalan selanjutnya adalah pembiayaan," tambah Abduh.

Abduh mengaku bahwa PFN, yang merupakan BUMN bidang perfilman, akan berupaya membangun kemitraan dengan sesama BUMN untuk mengumpulkan dana pembangunan revitalisasi tersebut.

"Kami masih membuka berbagai kemungkinan, kami sedang mengundang beberapa investor. Terutama, kalau menurut pesan dari Menteri BUMN sih, sinergi antar BUMN," terangnya.

"Dengan BUMN, kami kan bukan lembaga negara, kami enggak punya APBN. Kami harus fight seperti perusahaan pada umumnya. Kami harus menjalin banyak kemitraan," lanjutnya.

Abduh berharap tahun ini rencana tersebut bisa terlaksana, apalagi MOU (memorandum of understanding) sudah ditandatangani.

"Kami harapkan sih dalam tahun ini kami sudah bisa mulai, karena MOU sudah ditandatangani," terangnya juga.

Abduh menyebut pula perkiraan biaya yang dibutuhkan bagi pembangunan itu. Ia yakin bahwa modal tersebut akan terpenuhi dengan adanya kemitraan.

"Range-nya enggak terlalu besar ya. Perkiraan saya sekitar 300 miliar (rupiah). Enggak besar untuk Indonesia," ucapnya.

"Kita lihat saja. Tapi, dengan membangun kembali gedung ini dengan modal 300 miliar, saya yakin modal berikutnya bisa didapat dengan kolaborasi," ucapnya pula.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.