Petualangan Pertama Nadine Chandrawinata

Kompas.com - 07/05/2017, 21:51 WIB
Nadine Chandrawinata berbicara dalam jumpa pers acara Tourism New Zealand di Jakarta, Jumat (5/5/2017). Nadine ditunjuk sebagai Tourism Advocate untuk Tourism New Zealand di Indonesia. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMONadine Chandrawinata berbicara dalam jumpa pers acara Tourism New Zealand di Jakarta, Jumat (5/5/2017). Nadine ditunjuk sebagai Tourism Advocate untuk Tourism New Zealand di Indonesia.
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Selalu ada langkah pertama untuk setiap perjalanan dan petualangan besar.

Hal itu juga pernah dialami Puteri Indonesia 2005, Nadine Chandrawinata, yang amat gemar dunia petualangan dan perjalanan.

Langkah pertama Nadine tadi diawali petualangan perdananya saat masih duduk di kelas 2 SMA, bertualang naik kereta api tak jauh-jauh, cukup ke kota Bandung, Jawa Barat, saja.

Pengalaman itu sangat membekas dan bahkan menginspirasi dirinya hingga dewasa sekarang.

"Perjalanan ke Bandung itu jadi petualangan mendebarkan pertama saya. Perjalanan pertama dengan menggunakan uang sendiri. Perjalanan itu jadi semacam pemicu, yang membuat saya sadar kalau travelling dan bertualang adalah passion saya sampai sekarang, malah jadi profesi," ujar Nadine.

Kisah itu disampaikan Nadine seusai penunjukan dirinya menjadi Tourism Advocate untuk Turisme Selandia Baru di Indonesia, Jumat (5/5/2017). Dalam perjalanan itu, dia ditemani dua sahabat karibnya satu sekolah.

"Malam pertama menginap di satu penginapan yang harganya terjangkau uang kami waktu itu. Baru malam kedua, kami menginap di rumah teman yang memang orang Bandung. Saya kenal teman ini saat bertemu dalam pertandingan basket. Saya, kan, di SMA dulu ikut klub basket dan sering bertanding dengan lawan dari luar kota juga," kenang Nadine.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lantas apa saja kegiatan perempuan kelahiran 8 Mei 1984 ini selama di Bandung ketika itu?

"Yah, paling jalan-jalan keliling kota naik angkot. Makan mi bakso yang terkenal di sana. Atau, ya, jalan-jalan ke Cihampelas yang terkenal pusat penjualan pakaian dan celana jins ketika itu. Bandung waktu itu masih lumayan dingin. Apalagi di daerah Dago Pakar itu. Saya malah sempat mau kuliah di sana," ujar Nadine. (DWA)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 7 Mei 2017, di halaman 16 dengan judul "Petualangan Pertama".



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X