Ketegaran Dua Putri Yana Zein dan Rapuhnya Swetlana

Kompas.com - 01/06/2017, 15:41 WIB
Dua putri mendiang Yana Zein di Rumah Duka RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (1/6/2017). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGDua putri mendiang Yana Zein di Rumah Duka RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (1/6/2017).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Aurelia Callista Carilla dan Alika Pandora Salvine, dua putri artis peran Yana Zein terlihat tegar di samping peti jenazah ibunya di rumah duka RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (1/9/2017).

Wajah mereka menyiratkan duka, namun tak tampak air mata yang berlinang. Di ujung peti jenazah Yana, Aurelia dan Alika saling berangkulan. Mereka sesekali menunduk memandangi wajah pucat sang ibunda.

Tak ada isakan tangis yang terdengar, melainkan hanya mata berkaca-kaca keduanya di samping peti jenazah Yana yang ditutupi kain renda putih.

Seakan tak mau membiarkan air matanya tumpah, Aurelia mengedip-ngedipkan dan menutup matanya dengan satu tangan. Beberapa kerabat juga terlihat di samping mereka, memandang wajah tenang Yana yang 'tertidur' di peti berwarna putih.

[Baca: Mengapa Yana Zein Mengaku Sehat Sebelum Meninggal?]

"Aurelia tuh enggak boleh nangis sama mamanya. Yana sering mengajarkan Lila untuk menjaga Alika, enggak boleh cengeng," ujar Firdha, sahabat Yana, saat mendampingi Aurelia menjawab pertanyaan awak media.

Namun, saat akan mengucapkan sesuatu, tangis Aurelia akhirnya tumpah. Ia langsung memeluk Firdha yang berada di sampingnya. Beberapa saat kemudian, setelah memantapkan hatinya, Aurelia kemudian membuka suara.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mami enggak pesan apa-apa. Ini tuh dadakan, enggak tahu apa yang terjadi sebelumnya. Jam sembilan masih bernapas. Aku di rumah sakit, jam satu baru (meninggal)," katanya lalu memeluk Firdha lagi.

[Baca: Sebelum Tutup Usia, Yana Zein Sudah Beri Tanda-tanda]

"Terus aku kasih tahu keluarga yang lain dan tante Firdha. Aku tuh enggak khawatir banget, mami tuh masih baik-baik aja (semalam)," ujar Aurelia lagi.

Namun ketegaran itu ternyata tak terlihat pada ibunda Yana, Swetlana Zein. Perempuan berambut putih dan berkacamata itu tak bisa menahan tangis melihat putrinya terbaring dalam peti jenazah.

Terlebih ketika adik Yana, Haris, datang. Mereka langsung berpelukan dan sama-sama terisak. Tak ada kata-kata yang terdengar, hanya ada suara isak tangis tertahan dari keduanya.

Yana meninggal dunia dalam usia 50 tahun setelah sempat koma di RS Mayapada, Jakarta Selatan, Kamis dini hari pukul 01.05 WIB. Ia menderita kanker payudara stadium empat.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X