Mouly Surya Pertama Kali Tonton Filmnya Sendiri di Cannes 2017

Kompas.com - 12/06/2017, 20:52 WIB
Mouly Surya usai konferensi pers film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (12/5/2017) sore. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGMouly Surya usai konferensi pers film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (12/5/2017) sore.
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradaria film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak, Mouly Surya mengaku baru pertama kali menonton filmnya sendiri di layar lebar Festival Film Cannes 2017.

Bisa membawa film ini sebagai satu-satunya film panjang dari Asia Tenggara yang terseleksi di festival tahunan tersebut membuat Mouly kesulitan mengungkapkan perasaannya.

"Sangat exciting. Saya pernah sih ke Cannes beberapa kali. Tapi ini pertama kalinya saya ke Cannes untuk men-screening-kan film saya sendiri. Agak susah diomongin sih karena pas awal dateng... agak susah sih," ujar Mouly saat dijumpai di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (12/6/2017).

"Karena sebagai filmmaker kan yang saya pikirin film saya sendiri. Dan jujur itu pertama kalinya saya nonton film saya sendiri di bioskop layar lebar istilahnya," sambungnya.

Saat menonton karyanya sendiri, Mouly mengaku ingin berkomentar ini dan itu.

"Di Cannes pertama kali nonton langsung. Aduh kenapa sih gini ha-ha-ha. Ada rasa apa ya... mungkin takabur ngomong gini tapi saya rasa seneng sih ada di Cannes," ucap Mouly.

"Dan pastinya mudah-mudahan bisa membuka jalan yang lebih luas lagi dan filmya bisa ditonton lebih banyak orang lagi," imbuhnya.

Mouly menambahkan bahwa apa yang dialaminya di Cannes bukanlah perasaan seperti ia baru saja memenangi sebuah kompetisi internasional. Namun, ada sebuah proses dalam dirinya yang ia curahkan ke film tersebut.

"Gimana ya, mungkin susah sih kalau disamain sama orang yang habis menangi piala, barangkali perasannya beda," kata Mouly.

"Kalau film kan karya seni, pastinya selalu ada kontemplasi ke dalam diri sendiri. Ini lebih ke kontemplasi diri saya. Saya cuma ingin membuat supaya itu bisa mengakselerasi distribusi perfilman," pungkasnya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X