Disbud Buleleng Dorong Seniman Lebih Kreatif

Kompas.com - 14/06/2017, 20:08 WIB
Pertunjukan tari Bali memeriahkan hari raya Kuningan di Pura Sakenan, Pulau Serangan, Denpasar, Bali, Sabtu (8/9/2012). Hari raya Kuningan menutup rangkaian hari raya Galungan yakni 10 hari sesudahnya. Kata kuningan sendiri memiliki makna ka-uningan yang artinya mencapai peningkatan spiritual dengan cara introspeksi agar terhindar dari mara bahaya.  KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Pertunjukan tari Bali memeriahkan hari raya Kuningan di Pura Sakenan, Pulau Serangan, Denpasar, Bali, Sabtu (8/9/2012). Hari raya Kuningan menutup rangkaian hari raya Galungan yakni 10 hari sesudahnya. Kata kuningan sendiri memiliki makna ka-uningan yang artinya mencapai peningkatan spiritual dengan cara introspeksi agar terhindar dari mara bahaya.
Penulis Jodhi Yudono
|
EditorJodhi Yudono

SINGARAJA, KOMPAS.com--Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Bali, mendorong pelaku dan pengelola kesenian klasik di wilayah itu lebih kreatif dalam melakukan pementasan sehingga dapat menarik penonton lebih banyak.

"Permasalahan yang ada selama ini adalah kesenian klasik kurang diminati karena terkesan zadul (zaman dulu, red.), utamanya jika dihadapkan di kalangan anak muda," kata Kepala Disbud Buleleng Putu Tastra Wijaya di Singaraja, Rabu.

Ia mengatakan kesenian klasik, seperti drama gong, wayang, tari-tarian, dan beberapa kesenian lokal lain seakan kurang mendapatkan hati di kalangan generasi muda.

Selain permasalahan kurangnya kecintaan terhadap budaya lokal, katanya, juga karena kurangnya kreativitas dalam setiap pementasan kesenian di wilayah itu.

Ia mengemukakan masalah globalisasi tentu menjadi suatu fenomena yang harus dicarikan solusi, tetapi bagaimana kesenian juga harus mengembangkan kreativitas sehingga anak muda antusias menonton.

Pihaknya ke depan akan lebih banyak melibatkan anak muda dalam berbagai macam kesenian sehingga mendorong kecintaan terhadap kebudayaan lokal.

Ia mengharapkan generasi muda sebagai pewaris pembangunan di masa mendatang menjadi garda terdepan dalam pelestarian budaya Bali.

"Nyawa pariwisata Bali adalah budaya. Jangan sampai budaya terus digerus oleh kemajuan zaman dan perkembangan globalisasi," tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ANTARA

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.