Jay Subyakto Sempat Takut Bikin Film Dokumenter Banda

Kompas.com - 27/07/2017, 11:24 WIB
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradara Jay Subyakto mengaku sempat takut ketika produser Sheila Timothy memintanya menggarap film dokumenter Banda The Dark Forgotten Trail.

"Jujur saya takut banget sebenarnya bikin film," ujar Jay dalam jumpa pers di XXI Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2017) malam.

Jay, yang dikenal sebagai penata artistik itu, merasa takut karena ia sudah 13 tahun tidak terlibat dalam sebuah produksi film.

"Sebenarnya saya karena enggak laku, enggak ada yang nawarin ha-ha-ha. Mau bikin sendiri enggak bisa. Lalu 2016 dihubungi sama Sheila dan diminta bikin film dokumenter. Di situ saya taku, tapi wah siapa lagi yang akan tawari," ujar dia.

Berangkat dari hal itulah akhirnya lulusan Fakultas Teknik Universitas Indonesia itu menerima tawaran untuk menguak sejarah Kepulauan Banda, Provinsi Maluku.

"Akhirnya saya mau melakukan, tapi saya bilang ke Sheila jangan lihat referensi film dokumenter yang sudah dilihat. Tapi, izinkan saya membuat sesuatu yang baru dan enak dilihat," kata dia.

Jay pun mempelajari hasil riset yang sudah dilakukan oleh para pakar sejarah. Pada tahun 2016, ia berangkat ke Banda untuk mulai mengambil gambar.

Ia mengandeng penulis skenario Irfan Ramli yang terlibat dalam beberapa film seperti Cahaya Dari Timur: Beta Maluku, Surat dari Praha, dan Filosofi Kopi 2: Ben & Jody itu.

Berada di Banda selama beberapa pekan, Jay ditemani oleh fotografer Ipung Rachmat Syaiful dan tiga kamerawan Oscar Motuloh dan Davy Linggar serta beberapa kru lainnya.

Editing ditangani tiga orang sekaligus, yakni Aline Jusria, Cundra Setiabudhi, dan M Syauqi.

Proyek animasi pun dipercayakan Jay kepada SMK Raden Umar Said Kudus atau RUS Animation. Ia mengaku sengaja menaruh para anak muda agar nuansa film dokumenternya lebih kreatif dan masa kini.

"Kalau sendirian saya takut. Makanya saya ceburin teman-teman saya. Sejarah itu kumpulan cerita. Film ini jadi berkat mata teman-teman saya yang hebat ngebantu," ujarnya.

Sheila mengatakan bahwa terciptanya film ini ketika ia dan suaminya membicarakan tentang jalur rempah di nusantara.

"Karena saya dan suami punya company film, kami putuskan buat film. Kalau fiksi kan terbatas (sejarahnya yang panjang), makanya saya putuskan untuk film dokumenter," ujar kakak dari artis peran Marsha Timothy itu.

"Jalur sutra ada karena ada jalur rempah. Itu tragis kok cerita strategis itu enggak diangkat. Rempah kita ini yang menggerakan dunia," ucapnya.

Narasi film dokumenter itu diisi oleh artis peran Reza Rahadian untuk versi bahasa Indonesia, sedangkan Ario Bayu untuk versi bahasa Inggris. Film itu akan ditayangkan serentak pada 3 Agustus 2017.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.