Yenny Wahid Nikmati Prambanan Jazz Festival 2017

Kompas.com - 19/08/2017, 12:07 WIB
|
EditorIrfan Maullana

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid duduk bersila di rerumputan di halaman Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta, Jumat (18/8/2017).

Tatapan mata Yenny lurus ke depan. Ia menatap kerlap-kerlip cahaya yang memesona di malam hari. Vokalis Katon Bagaskara terdengar sedang melantunkan nyanyian "Tak Bisa ke Lain Hati".

Yenny sedang asyik menikmati lantunan lagu yang dipersembahkan Katon dalam perhelatan Prambanan Jazz Festival yang digelar Rajawali Indonesia Communication.

Sejak pukul 19.30 WIB, Yenny sudah berada di depan panggung bersama dua orang yang menemaninya. Sepanjang penampilan vokalis band KLa Project tersebut, Yenny terlihat menikmati penampilan penyanyi berusia 51 tahun tersebut.

Ia berbaur dengan sejumlah penonton yang didominasi oleh kawula muda. Ada yang ikut duduk bersila, ada pula yang berdiri menikmati lantunan lagu yang dikumandangkan Katon.

Sesekali Yenny terlihat sibuk memainkan gawai di tangannya. Selama satu jam kurang putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid itu menyaksikan penampilan Katon sebelum beranjak berdiri.

Saat Kompas.com menyapanya, Yenny dengan hangat berbagi cerita soal kehadirannya menyaksikan festival jazz ini.

Yenny mengatakan bahwa kedatangannya kali ini dalam rangka menemani suaminya yang memiliki keperluan di Yogyakarta.

"Kebetulan saya pas lagi ada acara di Yogyakarta juga, saya menyempatkan nonton ke sini," kata dia.

Tidak ada musisi ataupun penyanyi khusus yang ingin dilihat oleh Yenny. Hanya satu alasan mengapa dia meluangkan waktu untuk menonton pertunjukkan musik tersebut.

"Yang saya sukai suasananya, karena ada latar Candi Prambanan, ada sebuah kekhasan. Kita harus ke depankan (konsep) seperti ini dari konser-konser musik di negara lain," ujar dia.

"Saya berharap anak-anak muda yang cuek dengan budaya. Kita harus tahu betapa agung dan megahnya budaya kita," sambung dia.

Yenny mengaku kerap datang ke sebuah acara festival tertentu yang memiliki konsep unik. Tidak hanya di Indonesia, melainkan juga di beberapa negara.

"Saya juga suka beberapa kali nonton kayak gini di beberapa negara lain," kata dia.

Terkait Prambanan Jazz Festival ini, Yenny mengaku senang dengan konsep yang dihadirkan. Ia yang membeli tiket secara pribadi itu senang bahwa semua elemen lokal dilibatkan. Contohnya seperti seniman dan jajajan khas Yogyakarta pada acara tersebut.

Ia pun berpesan kepada seluruh penyelenggara festival musik di Indonesia.

"Saya berharap bisa ditingkatkan lagi. Masyarakat Indonesia haus akan hiburan. Ini kan efek turunan terhadap ekonomi daerah. Bahkan terhadap penerbangan dan hotel-hotel di wilahyah tertentu. Banyak sekali. Apalagi yang punya gaung sampai internasional," ujar dia.

Adapun Pramabanan Jazz Festival diadakan selama tiga hari pada 18 hingga 20 Agustus 2017. Sederet musisi dari dalam dan luar negeri menjadi pengisi gelaran tahunan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.