Dokumenter Pendek "Maestro Indonesia" Angkat Cak Nur dan C Simanjuntak

Kompas.com - 02/11/2017, 12:32 WIB
Penulis Dimas Wahyu
|
EditorDimas Wahyu

KOMPAS.com - Produser Mira Lesmana dan sutradara Riri Riza dari Miles Films bekerja sama dengan PT Pembangunan Jaya kembali memproduksi film dokumenter web-series Maestro Indonesia.

Kali ini, dua tokoh kembali diangkat dalam dua film dokumenter berdurasi lebih kurang 15 menit tersebut, komponis Cornel Simanjuntak, dan budayawan Islam, Nurcholish Madjid atau juga dikenal dengan nama Cak Nur.

Cornel Simanjuntak sendiri lebih dikenal dengan singkatan nama C Simanjuntak sebagai penulis lagu. Pria kelahiran Pematang Siantar tahun 1921 ini populer dengan karya-kaya patriotik, seperti “Maju Tak Gentar” dan “Sorak-Sorak Bergembira”.

Dalam film ini, salah satu cerita yang diangkat adalah ketika C Simanjuntak mengkritik cara menyanyi massa pada 19 Agutus 1945 ketika lagu "Indonesia Raya" dibawakan selepas pidato.

"Cornel kaget loh kok enggak kompak. Dia pikir, pasti ada yang salah. Pertama, orang Indonesia baru kenal 5 tangga nada, bukan 7 tangga nada. Nah, dengan lagu mars Cornel, orang sampai ke puncak gunung di Indonesia belajar 7 tangga nada," ujar sejarawan Hesri Setiawan, narasumber dalam film.

Sementara itu, dalam dokumenter tentang Nurcholish Madjid atau Cak Nur, sosok ini disebut sebagai tokoh pembaruan pemikiran dan gerakan Islam di Indonesia.

Dalam filmnya disebutkan, Cak Nur memberi penekanan pada kehidupan agama di masa depan yang berorientasi pada pendidikan dan keislaman plural.    

"Nurcholish Madjid adalah sosok yang sangat unik dibandingkan tokoh-tokoh Muslim di Indonesia lainnya. Dia punya suatu kombinasi dua ide besar yang disebut dengan traditionalism Islam dan modernism Islam," ujar Budhy Munawar-Rachman, cendekiawan Muslim, dalam film tersebut.   

Seperti juga pada 2016 lalu ketika dua tokoh diangkat dalam dua film dokumenter pendek, yakni tokoh sastra Chairil Anwar dan sosok arsitektur Soejoedi Wirjoatmodjo, web-series Maestro Indonesia kali ini juga dinarasikan oleh aktor Nicholas Saputra.

Adapun Maestro Indonesia memilih tokoh-tokoh untuk diangkat dalam film bersama tim kurator. Tim ini diketuai oleh budayawan Goenawan Mohamad.

Untuk dokumenter tentang Cornel Simanjuntak dan Cak Nur sendiri, filmnya sudah ditayangkan perdana di Bintaro Jaya Xchange Mall pada tanggal 28 Oktober 2017. Dua film tersebut juga dapat ditonton langsung di kanal YouTube "Pembangunan Jaya".    
   

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.