Ayu Dyah Pasha: Bekerja di Balik Layar Itu "Nginjek Bumi" - Kompas.com

Ayu Dyah Pasha: Bekerja di Balik Layar Itu "Nginjek Bumi"

Kompas.com - 31/12/2017, 22:15 WIB
Ayu Dyah Pasha, artis peran yang juga membentuk event organizer seni dan budaya, ditemui di Borobudur, Minggu (31/12/2017).KOMPAS.com/Ika Fitriana Ayu Dyah Pasha, artis peran yang juga membentuk event organizer seni dan budaya, ditemui di Borobudur, Minggu (31/12/2017).

MAGELANG, KOMPAS.com -- Selain menjadi artis peran, Ayu Dyah Pasha (53) juga bekerja di bidang penyelenggaraan acara dan performing arts.

Ayu mengaku menikmati dan merasa membumi dengan pekerjaan di balik layar itu.

"Bekerja di balik layar itu jadi nginjek bumi, karena saya bisa melayani orang lain, klien, dan pemain lain. Kalau nginjek bumi jadi tidak harus selalu dapet karpet merah, tapi saya yang menyediakan karpet merah itu," kata Ayu, di kawasan Candi Borobudur, Sabtu (30/12/2017).

Ayu menceritakan bahwa sejak 2010 ia dan empat temannya membangun bisnis event organizer bidang budaya, termasuk seni.  Event organizer yang diberi nama 'Gathaya' itu merupakan himpunan seniman dan orang-orang yang sudah pensiun tetapi masih memiliki semangat berkarya.

"Ghataya didirikan oleh empat orang, tujuan kami menghimpun tenaga kreatif, yaitu teman-teman yang sudah pensiun, tapi masih punya kreativitas tinggi. Misalnya, penari, usia 30-40 tahun sudah tidak dipakai lagi, setelah itu ngapain? Padahal, mereka punya kreativitas, pengalaman panggung, dan sebagainya," tuturnya.

Pemeran Sujiatmi dalam film Jokowi ini mengaku sangat antusias dengan penyelenggaran acara.

Ayu sempat beristirahat dari dunia film dan sinetron, yaitu sejak 2010, untuk fokus pada Gathaya dan organisasi Ikatan Putra Putri Batik. Baru belakangan ia muncul lagi dalam sinetron, yaitu Kesempurnaan Cinta dan Salah Asuhan.

Sederet acara telah diselenggarakan oleh Ayu dan timnya, dari Konser 40 Tahun Bimbo hingga, yang terkini, Borobudur Nite 2017 di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Minggu (31/12/2017).

"Benang merahnya adalah seni dan budaya serta pendidikan. Sinetron dan film juga ada pesan. Kalau di Gathaya mediumnya panggung, kita berada di balik layar, jadi ada challenge sendiri," ujarnya.


Komentar
Close Ads X