Mengenal "Wild Card" yang Pernah Selamatkan Kontestan Indonesian Idol - Kompas.com

Mengenal "Wild Card" yang Pernah Selamatkan Kontestan Indonesian Idol

Kompas.com - 14/03/2018, 08:00 WIB
Marion Jola (tengah) memberi ucapan-ucapan terakhirnya pada babak Top 6 Indonesian Idol 2018 di Studio 11, MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (12/3/2018) dini hari. Marion harus pulang, tidak berhak lanjut ke babak empat besar.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Marion Jola (tengah) memberi ucapan-ucapan terakhirnya pada babak Top 6 Indonesian Idol 2018 di Studio 11, MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (12/3/2018) dini hari. Marion harus pulang, tidak berhak lanjut ke babak empat besar.


JAKARTA, KOMPAS.com — Keluarnya Marion Jola pada babak Top 6 Indonesian Idol 2018 membuat para juri ingin mengajukan wild card.

Hal itu diungkapkan artis musik Maia Estianty dalam sesi wawancara di MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (13/3/2018).

"Ya enggak tahu, kami lagi pengin ajukan wild card. (Entah) Apakah disetujui oleh pihak-pihak yang atas, karena juri sebenarnya tidak pengin. With all the respect, kami bukannya mau mengecilkan kontestan yang lain," kata Maia mewakili juri Indonesian Idol.

Dalam perjalanannya, wild card juga pernah menyelamatkan beberapa kontestan untuk kembali masuk dan bersaing di panggung Indonesian Idol.

Namun, hingga Indonesian Idol musim kesembilan, ada beberapa istilah yang digunakan untuk menyelamatkan para kontestan Idol, yakni mulai dari "wild card", "hak veto", dan juga "amnesti".

Lalu, siapa saja yang pernah diselamatkan, dan bagaimana sistemnya?

Baca juga : Mengejutkan, Marion Jola Tersingkir dari Top 6 Indonesian Idol 2018

Indonesian Idol Musim Pertama

Sistem wild card sudah digunakan pada Indonesian Idol musim pertama pada 2004 lalu. Saat itu baru terpilih sembilan finalis dari babak workshop. Untuk melengkapinya, tahap wild card pun dimainkan.

Juri memilih delapan finalis dari tiga grup yang terbentuk saat workshop untuk kembali bertanding demi mendapatkan dua tempat di babak spektakuler. Delapan nama itu adalah Tiara, Karen, Hariadu, Imelda/Melda dari Grup 1; lalu ada Rudyni, Hendra, Reymon dari Grup 2 serta Lucky dan Chusnul.

Karen pun keluar sebagai nama yang memperoleh voting tertinggi, sedangkan Lucky yang perolehan SMS-nya hanya terpaut 0,03 persen dari Karen juga berhasil masuk sebagai kontestan pilihan juri.

Lucky kemudian bisa bertahan hingga babak Top 5, sedangkan Karen bertahan hingga Top 7.

Indoneian Idol Musim Kedua

Wild card ditiadakan.

Indonesian Idol Musim Ketiga

Di Indonesian Idol musim ketiga, wild card kembali diberlakukan. Kali ini wild card digelar pada 14 besar menuju babak spektakuler yang hanya akan menyisakan 12 finalis.

Saat itu, babak wild card diikuti oleh Tesa, Kaleb, Brinet, dan Dian. Namun, hanya Tesa dan Brinet yang berhasil mendapat wild card dan tampil di babak spektakuler. Tesa bertahan hingga Top 10 sedangkan Brinet di Top 9.

Indonesian Idol Musim Keempat

Pada Indonesian Idol musim keempat yang diadakan tahun 2007 lalu tidak ada babak wild card. Namun, ada "amnesti"  yang diberikan kepada kontestan yang dianggap masih layak melenggang di panggung Spektakuler.

Priska, Andin, Dimas, dan Benny pun mendapatkan kesempatan yang kedua. Namun, nama Priska dan Dimas-lah yang akhirnya berhasil lolos di babak amnesti ini dan berhak melaju ke babak Spektakuler. Priska bertahan hingga Top 8, sedangkan Dimas hingga babak Top 6.

Indonesian Idol Musim Kelima

Setelah berganti menjadi babak amesti, pada Indonesian Idol musim kelima, istilah wild card kembali digunakan. Kali ini dipilih empat orang kontestan yang telah tersisih di babak workshop; 2 orang laki-laki dan 2 orang perempuan yaitu Indra, Andy, Ibeth, dan Yuka.

Yang berhasil masuk ke Spektakuler Show melalui wild card adalah Andy dan Ibeth. Andy berhasil bertahan hingga Top 7, sedangkan Ibeth di Top 8.

Indonesian Idol Musim Keenam

Pada musim ini babak Wildcard & Coba Lagi Award dikenalkan. Delapan kontestan dari babak workshop yang tak lolos ke babak spektakuler yakni Tesa, Eza, Mela, Michael, Andi, Citra, Zulfa dan Rio pun mendapat kesempatan.

Nama Citra dan Rio lolos atas voting tertinggi, sedangkan Thesa dan Andi adalah dua kontestan yang dipilih langsung oleh Juri. Citra bertahan hinggaa menjadi Runner Up Indonesian Idol musim keenam, Rio hingga Top 7, Thesa hingga Top 5 sedangkan Andi hanya sampai Top 14.

Indonesian Idol Musim Ketujuh

Babak amnesti kembali diberlakukan menggantikan wild card. Pada Indonesian Idol Musim Ketujuh ini babak amnesti diberikan pada kontestan yang dinilai juri masih bisa berjuang di Spetakuler Show.

Febri Yoga, Intania Ayu, Maria Rosalina, Ni Put Ayu, dan Shandy Eugene pun dipilih untuk ikut babak amnesti ini.

Akhirnya Febri Yoga dipilih juri Agnes Monica, sedangkan Maria Rosalia dipilih oleh Ahmad Dhani yang juga menjadi juri kala itu. Febri bertahan hingga Top 5, sedangkan Maria bertahan hingga Top 6.

Indonesian Idol Musim Kedelapan

Pada Idonesian Idol musim kedelapan, istilah amnesti masih digunakan. Sama seperti musim sebelumnya, amnesti digunakan untuk memberikan kesempatan kedua kepada kontestan dari babak workshop yang menurut juri berpenampilan baik, tetapi tak lolos ke babak Spektakuler.

Empat nama di babak amnesti ini adalah Aksha Rinelsya, Raden Ajeng Nur Ayu, Yuka Tamada, dan Muhammad Yusuf Nur Ubay.

Yuka dan Ubay lantas dinyatakan lolos. Yuka bertahan hingga Top 4, sedangkan Ubay sempat dinyatakan harus pulang pada Top 7, tetapi juri menggunakan hak vetonya hingga Ubay mampu bertahan sampai babak Top 5.



Close Ads X