Dwi Rupa Bumi, Pameran Nasirun dan Trie Utami - Kompas.com

Dwi Rupa Bumi, Pameran Nasirun dan Trie Utami

Kompas.com - 18/03/2018, 01:58 WIB
Trie Utami dan NasirunTrie Utami dan Nasirun Trie Utami dan Nasirun


Sebuah sajian pameran senirupa yang berbeda dari biasanya, yang menampilkan dua seniman dari tradisi berbeda akan digelar di Jogja Galery, Yogyakarta, 18-30 Maret 2018.

Pameran bersama seni lukis karya Trie Utami dan senirupa karya Nasirun, bak sebuah wadah besar penampungan harta seni bangsa Indonesia.

Nasirun dan Trie Utami sama-sama memiliki posisi kelas internasional. Trie Utami di bidang musik dan dan Nasirun di bidang senirupa. Namun keduanya memiliki ruh berkesenian yang unik cenderung aneh dan liar.

Trie Utami yang baru pertama kalinya memamerkan lukisannya akhirnya semakin semangat setelah bertemu Nasirun dan berbagi "stroom" keliaran berekspresi. Nasirun pun tergerak menyerap inspirasi dunia musik menjadi karya seni secara total.

Menyimak pameran ini dari permukaan saja tidaklah cukup, diperlukan pendalaman batin untuk menangkap nuansa pembaharuan ekspresi yang dahsyat. Mereka bersatu dalam gelora gejolak gerak berkesenian yang bebas tapi penuh konsep yang inspiratif. Trie Utami memiliki bakat melukis yang diturunkan dari kedua kakeknya. Karyanya bukan nampak seperti pemula. Seolah dia tiba-tiba muncul meloncat dari dunia nyanyi masuk ke dalam dunia senirupa dan menempatkan dirinya dengan cukup nyaman.

Dwi Rupa Bumi, demikian tema yang diusung. Dua wajah olah tubuh manusia Indonesia yang berbeda 180 derajat. Mereka dua dunia yang tak bersentuhan. Tapi mereka selalu membawa bendera Merah Putih dan mengibarkannya di kancah Internasional.

Konsistensi mengharumkan nama bangsa Indonesia di percaturan seni musik dan senirupa. Tak ada tujuan dan konsep apapun ketika secara spontan kami mengajak Nasirun dan Trie Utami untuk pameran bareng di tahun 2015 saat kami kumpul-kumpul di Warung Musik Kampayo XT Square Jogja. Juga menjelang realisasi pameran sekitar 6 bulan lalu.
Sungguh kami tak mengerti bagaimana nantinya seperti apa. Ternyata justru karena ' tidak dipikir' maka terlahirlah hal baru bagi Trie Utami dan Nasirun yang kita harapkan dapat sebagai penyemangat dan inspirasi senirupa secara luas.

Mereka didukung oleh 'alam' yang menuntunnya untuk berkarya menyerap inti kehidupan nyata yang ada disekeliling mereka. Tanpa berpikir berat, tanpa melihat terlalu jauh dan tanpa merancang hal rumit , mereka justru menemukan inspirasi sederhana yang bernilai tinggi.



Close Ads X