Sha Ine Febriyanti Getarkan Benteng Rotterdam

Kompas.com - 04/05/2018, 06:44 WIB
Sha Ine Febriyanti diabadikan ketika menghadiri sebuah acara diskusi di fX Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/11/2016). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANSha Ine Febriyanti diabadikan ketika menghadiri sebuah acara diskusi di fX Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/11/2016).
Penulis Jodhi Yudono
|

MAKASSAR, KOMPAS.com--Hanya mengandalkan kekuatan  akting dan olah vokal, didukung sentuhan gesekan cello (Jassin Burhan), Icang (video maping play back, lighting & sound), aktris Sha Ine Febriyanti mampu menggetarkan Benteng (Fort) Rotterdam), tempat acara Makassar International Writers diselenggarakan, pada Kamis malam, 3 Mei 2018.

Para penonton yang menjejali area pertunjukan terpaku, bahkan saat Ine silam ke balik panggung. Dan saat mengetahui pertunjukan telah rampung, penonton masih berdiam di sana. Maka tepuk gemuruh pun melengkapi pertunjukan yang sudah dikelilingkan oleh Ine Febriyanti ke berbagai kota ini dengan judul Tjoet Nyak Dhien.

Empat obor di empat sudut panggung meliuk-liuk ditiip angin. Lampu dari sudut kiri depan panggung berganti-ganti pijarnya. Kadang putih, berganti biru, lantas kuning. Tapi sesekali padam saat berganti setting cerita.

Nyanyian duka membahana tegas, lalu rebana dipukul bertalu. Sha Ine Febrianti yang memerankan Tjut Nyak Dhien sudah duduk di tengah panggung. Ine bercerita tentang kesendirian pahlawan Aceh itu di tanah buangan.

Ia merindukan tanah kelahirannya. Lantas dengan penuh kesedihan, Tjoet pun menangis, "Nangroe... Nangroe...Menjauhkan diriku dari tanah kelahiranku lebih menyakitkan dari dihujam ratusan peluru."

Tjoet terus menyeru Nangroe dalam tangisnya. Sehabis itu, Tjoet pun mengenang masa lalu moyangnya. Lantas mengenang suaminya Ibrahim yang keras, yang tidak.suka orang-orang lembek saat berhadapan dengan kapai-kapai (penjajah), juga mengenang Teuku Umar yang dicintainya.

Sha Ine Febriyanti didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation,  mengadakan pentas Monolog Cut Nyak Dhien di sepuluh kota di Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan mulai dari tanggal 27 April 2018 di Gianyar, Bali, kemudian berlanjut pada bulan Mei ke Makassar, Solo, dan Surabaya. Di bulan Juni, Cut Nyak Dhien akan bertandang ke Kudus, sebelum ke Tasikmalaya dan Bandung pada awal Juli, dan Medan di akhir Agustus serta Padang, dan berakhir di Padang Panjang pada September 2018.

Selain mengadakan pementasan, Ine  juga menghadirkan workshop yang ditujukan bagi generasi muda yang memiliki bakat dan minat terhadap seni teater, khususnya monolog namun terkendala akses dan informasi seputar pementasan.

Dalam workshop, peserta akan diberikan edukasi mengenai seni peran dan kreasi khususnya monolog. Berbagi semangat, inspirasi, peluang, dan persiapan yang harus dimiliki oleh seorang pelakon seni khususnya dalam berteater dan tentunya menumbuhkan semangat bibit-bibit baru pelaku seni dalam bidang seni teater yang akan muncul dari generasi muda.

Monolog Cut Nyak Dhien mengangkat sisi perempuan Cut Nyak Dhien sebagai seorang isteri dan ibu yang juga goyah ketika kehilangan menghampiri kehidupannya. Dikenal sebagai seorang perempuan pejuang perkasa, Cut Nyak Dhien tak pernah menunjukkan kepedihan hati maupun dukanya saat ditinggal pergi orang yang dikasihinya, sang suami, Teuku Ibrahim ataupun Teuku Umar. Sebagai seorang ibu, Cut Nyak Dhien harus tetap terlihat tegar di depan anaknya, juga di depan mereka yang membutuhkan tuntunan dan kepemimpinannya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Seleb
Profil Lee Sung Kyung, Pemeran Cha Eun Jae di Drama Dr Romantic 2

Profil Lee Sung Kyung, Pemeran Cha Eun Jae di Drama Dr Romantic 2

Seleb
Profil Erwin Gutawa, Komponis Ternama Mantan Artis Cilik

Profil Erwin Gutawa, Komponis Ternama Mantan Artis Cilik

Seleb
Profil Dul Jaelani, Musisi Muda Penerus Ahmad Dhani

Profil Dul Jaelani, Musisi Muda Penerus Ahmad Dhani

Seleb
Profil Ahn Hyo Seop, Pemeran Seo Woo-Jin di Drama Dr Romantic 2

Profil Ahn Hyo Seop, Pemeran Seo Woo-Jin di Drama Dr Romantic 2

Seleb
Profil Gita Gutawa, Musisi yang Melejit Lewat Yang Terbaik Bagimu

Profil Gita Gutawa, Musisi yang Melejit Lewat Yang Terbaik Bagimu

Seleb
Profil Tina Toon, Pelantun Bolo-Bolo yang Jadi Anggota DPRD DKI

Profil Tina Toon, Pelantun Bolo-Bolo yang Jadi Anggota DPRD DKI

Seleb
Profil Once Mekel, Mantan Vokalis Dewa 19 yang Jadi Penyanyi Terbaik Sepanjang Masa

Profil Once Mekel, Mantan Vokalis Dewa 19 yang Jadi Penyanyi Terbaik Sepanjang Masa

Seleb
komentar di artikel lainnya
Close Ads X