Membaca Danarto di Bentara Solo - Kompas.com

Membaca Danarto di Bentara Solo

Kompas.com - 10/05/2018, 09:31 WIB
DhanartoDok. Bentara Budaya Solo Dhanarto

"Membaca Danarto", begitulah judul acara di Balai Soedjatmoko, Surakarta, 11 Mei 2018. Sembilan buku karya Danarto akan dibahas oleh sembilan pengoceh.

Danarto adalah seorang maestro di bidangnya. Pengarang yang lahir di Sragen, 27 Juni 1940 ini baru saja meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 10 April 2018 di usia 77 tahun.

Tak disangsikan, beberapa karyanya mempengaruhi penulis-penulis di eranya. Menjadi perbincangan yang tak pernah selesai hingga lebih dalam 2 dekade, bahkan lebih.

Cerpen "Rintik" pernah mendapatkan Hadiah Horison tahun 1968. Kumpulan cerpennya Adam Ma'rifat memenangkan Hadiah Sastra 1982 Dewa Kesenian Jakarta, dan Hadiah Buku Utama 1982.

Kumpulan cerpen Berhala (1987) mendapatkan Hadiah Yayasan Buku Utama Departemen P & K tahun 1987. Tahun 1988 ia mendapatkan Hadiah Sastra ASEAN. Tahun 2009 menerima Ahmad Bakrie Award untuk bidang kesusasteraan.

Kematiannya meninggalkan luka yang dalam bagi dunia sastra Indonesia. Terutama bagi kota Solo di mana Daarto sangat mengenal setiap sudutnya.

Bulan ini Diskusi Kecil Pawon dan Kamar Kata Karanganyar mencoba mengenang beliau dengan kembali membicarakan 9 buku beliau: Orang Jawa Naik Haji, Adam Makrifat, Godblob, Berhala, Gerak-gerak Allah, Ikan-ikan dari Laut Merah, Gergasi, Setangkai Melati di Sayap Jibril dan Asmaraloka. Yang merupakan beberapa karya beliau yang sudah beredar selama ini, dan beberapaya terus dicetak ulang.

Penulis-penulis seperti: Aji Ramadhan, Andri Saptono, Bunga Hening Maulidina, Han Gagas, Rahmat Hidayat Mustamin, Rizka Nur Mualifa, Ruli R., Yudi Agusta Akhir, dan Yuditeha akan membicarakan buku-buku itu dalam perspektif mereka sebagai penulis puisi dan prosa.


Komentar
Close Ads X