Perjalanan Tong Edan (2)

Kompas.com - 21/05/2018, 17:41 WIB
Pameran seni rupa Tong Edan di Bentara Budaya Jakarta dok. MayekPameran seni rupa Tong Edan di Bentara Budaya Jakarta
Penulis Jodhi Yudono
|

Tong Edan Visual Art Exhibition digelar Bentara Budaya Jakarta, kerja sama Kompas Gramedia Group, Bentara Budaya Jakarta dan Tyaga Art Management Malang.

Pameran ini mencoba melakukan pemaknaan retrospektif sekaligus respon kreatif atas fenomena pasar malam yang sempat mengemuka di Jakarta sejak 1889.

Tentu saja Tong Edan adalah sebuah analogi, semacam metafora untuk mendeskripsikan kehidupan secara umum.

Bahwa kehidupan biasanya hanya berputar putar disekitar situ-situ saja, bahwa hidup harus terus bekerja layaknya mesin yang menderu-deru, bahwa hidup berada dalam tekanan, keceriaan, keatas, kadang melipir kebawah sekaligus mengkombinasikan antara yang absurd, relativitas religius dan tarik ulur rasionalitas.

Dalam laku keseharian, Tong Edan juga punya sebutan "Tong Setan" atau "Roda-roda gila", frasa ini menggambarkan bagaimana pertunjukan tong edan memicu adrenalin penontonnya yg dianggap sebagai keahlian yang sungguh "gila" berani menaiki kendaraan bermotor didinding seperempat miring itu.

Nah, roda "kegilaan" itu terselip dalam proses kehidupan, yang bahasa gaibnya bisa pula disebut kesetanan, kesurupan, ketidaksadaran, instingtual atau perilaku tanpa pikir panjang yang kerap kali kita temui dalam kehidupan sehari-hari, bentuk lain dari modernitas.

Tong Edan menginspirasi kegiatan pameran seni rupa yang akan dilaksanakan pada tanggal 17-26, Mei 2018, hari kamis, pukul 17:30 wib(sekaligus buka puasa), di Bentara Budaya Jakarta dengan Kurator Kuss Indarto dan diresmikan oleh Bapak Rahmat Bastian(art lover and gallerist). Diiringi musikalisasi klasik oleh Hokly.

Seniman :
Aly waffa
Mayek Prayitno
Andie Aradhea
Iksan BreyKele
Angga Yuniar Santosa
Nabila Dewi Gayatri
Anis Kurniasih
Nugroho Heri Cahyono
Ariswan Adhitama
Nugroho Wijayatmo
Dira Herawatin
Rizka Suhita Parasinta
Erik Wiliean
Sinwan Aliyafy
Galuh Tajimalela
Suwandi Waeng
Hendung Tunggal Jati
Teguh Paino
Ilham Kurniawan
Tito Tryamei
Iqbal M
Tri Wahyudi
Isa Ansory
Ulil Gama
Joni Ramlan
Watoni
Jopram
Yanuar As Ben
Kasyanto
Yurisa Adhi
M.Imron
Yustoni Volunteero
M. Rizal Herlambang



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X