D'MASIV Jadi Produser Musik untuk Album Keenam

Kompas.com - 24/05/2018, 11:56 WIB
Personil grup band DMASIV berpose usai tampil di acara Selebrasi (Selebritas Beraksi), Menara Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (22/05/2018). DMASIV mempromosikan single terbarunya yang berjudul Pernah Memiliki, di dalam lagu ini DMASIV duet dengan penyanyi Rossa.
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIPersonil grup band DMASIV berpose usai tampil di acara Selebrasi (Selebritas Beraksi), Menara Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (22/05/2018). DMASIV mempromosikan single terbarunya yang berjudul Pernah Memiliki, di dalam lagu ini DMASIV duet dengan penyanyi Rossa.

JAKARTA, KOMPAS.com- Gitaris grup musik D'MASIV, Nurul Damar Ramadan mengatakan bahwa dia dan kawan-kawan mendapat kepercayaan dari Musica Studios untuk memproduksi album keenam mereka sendiri.

Hal itu dikatakan Damar kepada Kompas.com dalam wawancara eksklusif di Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2018).

"Yang mem-produce musiknya sih kali ini memang D'MASIV sendiri, dari proses kreatif nya terus rekaman, memang kali ini Musica beri kepercayaan ke D'MASIV jadi produser," kata Damar.

Damar menyebutkan, tawaran itu sudah ada sejak D'MASIV menggarap album kelima. Namun Damar dan lainnya baru berani memproduksi musik mereka di lagu Taman SurgaMu.

"Sebetulnya udah dari album kelima ya, kemarin kami udah ditanya mau produce sendiri? Tapi kemarin di album kelima itu kayaknya masih harus dijagain sama orang lain," ujar Damar

"Mulai dari Taman SurgaMu itu yang tahun lalu, kami udah coba mem-produce lagu sendiri," sambungnya.

Sang vokalis, Rian Ekky Pradipta menjelaskan, D'MASIV mengerjakan semua kebutuhannya sendiri.

"Kayak misalnya additional itu kami yang hubungin sendiri, ada instrumen misalnya ya kami yang dealing malah, sama co-producer lain. Sama Mas Is, harganya kami yang dealing," jelas Rian.

"Sekarang kami semuanya sendiri, alat apa aja yang mau kami pakai itu sudah terpikir semua. Masih di label Musica," tambahnya.

Meski lebih bebas menentukan aransemen musik mereka sendiri, D'MASIV mendapatkan tanggung jawab yang lebih besar.

"Pasti jadi lebih banyak yang bisa dieksplor, kami jadi bisa menentukan sendiri, musik apa aja yang masuk kami tentuin sendiri, aransemen sendiri," tutur Rian.

"Tanggung jawabnya lebih besar sih, kalau sama orang kan tanggung jawabnya enggak seberat ini," lanjutnya.

Baca juga: Single Kedua, DMASIV Gandeng Is Ex Payung Teduh



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X