Dilaksanakan Lagi, Anugerah Lembaga Sensor Film Berbenah Diri

Kompas.com - 02/07/2018, 14:51 WIB
Konferensi pers Anugerah LSF 2018 di Gedung Lembaga Sensor Film, Jakarta Selatan, Senin (2/7/2018). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGKonferensi pers Anugerah LSF 2018 di Gedung Lembaga Sensor Film, Jakarta Selatan, Senin (2/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anugerah Lembaga Sensor Film (LSF) akan kembali digelar pada Oktober 2018. Dilaksanakan untuk kali kedua, ajang penghargaan tersebut mengubah kategori dan sistem penjurian.

"Tahun ini ada hal yang baru, kami juga akan memberikan apresiasi ke televisi dan bioskop," kata Ketua Panitia Anugerah LSF 2018, Rommy Fibri, di Gedung LSF, Jakarta Selatan, Senin (2/7/2018).

Pada penyelenggaraan 2017 lalu, LSF hanya fokus pada film yang masuk. Dengan demikian kategorinya hanya untuk film bioskop, FTV, dan sinetron.

"Tapi yang nayangin tidak kami berikan apresiasi. Yang nayangin itu eksibitor, bioskop, dan televisi. Jadi kami masukkan tahun ini," ucap Rommy.

Untuk kategori bioskop, lanjutnya, penilaian berdasarkan ada tidaknya tulisan lulus sensor pada tiap film sebelum tayang. Kedua, adalah penulisan klasifikasi umur pada poster film yang dipajang di gedung bioskop.

"Bagaimana mungkin penonton bakal menerapkan awareness terhadap sensor mandiri kalau tidak dikasih tahu? Itu adalah kewajiban," ujarnya.

"Nah, kami akan melakukan penilaian adakah bioskop yang tidak memenuhi tanggung jawabnya. Terus belum lagi penilaian di ticketing dan macam-macam," kata Rommy lagi.

Ada pun untuk penilaian film-filmnya, ia mengatakan pihaknya akan menilai layar lebar, FTV, atau pun sinetron yang tayang dalam periode 1 September 2017 hingga 31 Agustus 2018.

"Setelah tanggal 31 itu, sudah ketahuan jumlah film yang disensorkan. Nanti akan dilihat dari berita acara penyensoran. Begitu ada revisi, satu detik saja, maka dia akan drop. Menyaringnya lebih mudah," ucap Rommy.

Untuk kategori film bioskop, FTV, dan sinetron, LSF juga melakukan perubahan. Jika tahun lalu dari 159 judul film layar lebar hanya ada satu pemenang Film Terbaik, maka tahun ini ada empat pemenang sesuai klasifikasi umur.

"Tahun ini kami melakukan evaluasi sehingga untuk film bioskop disesuaikan dengan kategori usia. Film Terbaik untuk masing-masing klasifikasi, Semua Umur, 13 tahun ke atas , 17 ke atas, dan 21 ke atas. Agar apple to apple-lah menilainya," kata Rommy.

"Untuk FTV dan sinetron, bukan klasifikasi usia, tapi genre. Ada religi, ada drama romansa. Kan enggak mungkin diadu keduanya. Maka tahun ini kami lebih mengklasifikasikannya lagi," tambahnya.

Bukan dalam penilaian dan kategori saja, pelaksanaan acara malam puncak Anugerah LSF 2018 pun, menurut Rommy, bakal lebih segar.

"Soal kenapa tidak libatkan artis dan tayang di televisi tahun lalu, itu sedang konsepkan acaranya nanti. Kami lakukan itu untuk memperbaiki malam puncak. Tentu akan melibatkan artis dan live di televisi, insya Allah," katanya.

Baca juga: LSF Tegaskan Durasi Avengers: Infinity War 149 Menit, Tak Ada Pemotongan

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Seleb
Profil Lee Sung Kyung, Pemeran Cha Eun Jae di Drama Dr Romantic 2

Profil Lee Sung Kyung, Pemeran Cha Eun Jae di Drama Dr Romantic 2

Seleb
Profil Erwin Gutawa, Komponis Ternama Mantan Artis Cilik

Profil Erwin Gutawa, Komponis Ternama Mantan Artis Cilik

Seleb
Profil Dul Jaelani, Musisi Muda Penerus Ahmad Dhani

Profil Dul Jaelani, Musisi Muda Penerus Ahmad Dhani

Seleb
komentar di artikel lainnya
Close Ads X