Anak Muda Berbagai Negara Menari Tradisi Nusantara - Kompas.com

Anak Muda Berbagai Negara Menari Tradisi Nusantara

Kompas.com - 05/07/2018, 12:03 WIB
Pergelaran Indonesia Channel (Inchan) 2018 yang melibatkan 44 negara di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Rabu 4 Juli 2018.Kompas.com/Jodhi Yudono Pergelaran Indonesia Channel (Inchan) 2018 yang melibatkan 44 negara di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Rabu 4 Juli 2018.

 
JAKARTA, KOMPAS.com--Mereka datang dari berbagai negara untuk memenuhi Program Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI) 2018 yang diselenggarakqn oleh Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia.

Sesampainya di Indonesia, mereka disebar ke beberapa daerah yang memiliki tradisi tari. Seperti Bali, Banyuwangi, Makassar, Kutai Kertanegara, Yogyakarta, dan Padang.

Dalam waktu tiga bulan mereka berproses dengan para seniman setempat untuk membuat komposisi tari sesuai warna yang dimiliki daerah setempat.

Maka pada Rabu malam, 4 Juli 2018, hasil proses mereka nyantrik dipentaskan di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki. Hasilnya.. tepuk tangan bersahut-sahutan pun datang dari penonton menggenapi penampilan mereka.

Dalam sambutannya, Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi mengatakan, pemerintah Indonesia menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi terhadap karya 72 Sahabat Indonesia dari 44 negara.

“Saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi atas prestasi luar biasa para peserta BSBI 2018 dalam mempelajari nilai seni, budaya, dan kearifan lokal Indonesia," ungkap Menlu dalam sambutannya.

Hadir di acara tersebut sejumlah pejabat Kementerian Luar Negeri, Gubernur DKI Jakarta, Wakil Gubernur DIY, Wakil Bupati Banyuwangi, dan wakil Pemerintah Daerah yang mengayomi pelaksanaan program BSBI 2018, Duta Besar dan kalangan diplomatik negara sahabat, akademisi, seniman, sanggar dan rumah budaya, mahasiswa universitas/perguruan tinggi dan para pelajar.
Pergelaran Indonesia Channel (Inchan) 2018 merupakan pertunjukan seni/budaya nusantara hasil studi para sahabat Indonesia yang memiliki latar belakang, bahasa, dan budaya berbeda.

Selama tiga bulan peserta BSBI berlatih di Sanggar Semarandana Denpasar; Rumah Budaya Rumata, Makassar; Sanggar Sayu Gringsing, Banyuwangi; Yayasan Seni Gubang, Kutai Kartanegara; dan Sanggar Seni, Musik dan Tari Syofyani, Padang serta Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

Para peserta BSBI menampilkan tari Nyawiji, Meras Gandrung, Sunar Udara, Takontu, Randai, Payung, Janger, Barong dan musik tradisional termasuk lagu Jaran Goyang yang sedang populer.


Komentar
Close Ads X