Valerie Thomas: Papaku Posesif Banget, Tapi Aku Suka

Kompas.com - 15/07/2018, 11:56 WIB
Artis peran Valerie Thomas menjalani pemotretan di sela wawancara promosi film 13 The Haunted di Gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (12/07/2018). Film yang dibintangi oleh Valerie, Al Ghazali, Marsha Aruan, Jeremy Thomas, Mumuk Ghomez, dan Steffi Zamora iry dijadwalkan mulai diputar di bioskop-bioskop dalam negeri pada 26 Juli 2018. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOArtis peran Valerie Thomas menjalani pemotretan di sela wawancara promosi film 13 The Haunted di Gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (12/07/2018). Film yang dibintangi oleh Valerie, Al Ghazali, Marsha Aruan, Jeremy Thomas, Mumuk Ghomez, dan Steffi Zamora iry dijadwalkan mulai diputar di bioskop-bioskop dalam negeri pada 26 Juli 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran Valerie Thomas (19) menyebut bahwa ayahnya, aktor Jeremy Thomas, posesif terhadapnya. Namun, ia mengaku memaklumi dan menyukai sikap ayahnya itu.

Hal itu Valerie katakan ketika berkunjung ke kantor Kompas.com di Gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018).

"Papaku posesif banget, tapi dia posesifnya masih tolerable, jadi aku suka. Dia posesif, tapi ya he's my dad, it's ok, wajar. Jadi, walaupun dia sibuk, pasti dia tiap hari telepon aku," kata Valerie, yang kini sedang libur kuliah dari Goldsmiths, University of London, Inggris, bidang politik.

"Untuk pulang malem, Papa enggak sebut jam berapa, tapi ya aku tahu diri aja sih, di kota ini (London) juga kan enggak baik perempuan kayak aku keluar sampai malem," lanjutnya.

Meski demikian, bintang film 13 The Haunted ini diberi kebebasan dalam menentukan apa yang hendak dilakukannya.

"Dia posesif, tapi dia kasih aku space. Contohnya, aku dikasih kebebasan sendiri apa yang mau aku lakukan, dia selalu mantau dari jauh, telepon tiap hari. Kalau aku telepon dia baru bunyi tut.. sekali langsung dijawab," ucap Valerie.

Valerie Thomas mengatakan bahwa ia dengan ayah dan ibunya, Ina Indayanti, menjalin komunikasi yang sangat terbuka.

"Dan, aku enggak akan pernah bohongin Papa atau Mama, karena kami deket banget. I can tell them anything, benar-benar apa aja, sampai kejelekan aku mereka tahu. Yang enggak pernah nge-judge aku ya my parents," tuturnya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X