Tiga Perempuan Penyair di Sastra Bulan Purnama - Kompas.com

Tiga Perempuan Penyair di Sastra Bulan Purnama

Kompas.com - 26/07/2018, 11:55 WIB
Yuliani Kumudaswari Tembi Yuliani Kumudaswari

YOGYAKARTA, KOMPAS.com--Tiga perempuan penyair dari kota yang berbeda akan tampil di Sastra Bulan Purnama edisi 82, Jumat, 27 Juli 2018, pkl. 19.30 di Tembi Rumah Budaya.

Ketiga perempuan penyair itu ialah Novi Indrastuti (Yogya), Ristia Hediana (Jakarta) dan Yuliani Kumudaswari (Sidoarjo). Masing-masing akan meluncurkan antologi puisi karya sendiri.

Novi, demikian panggilannya, akan meluncurkan antologi puisi berjudul ‘Kepundan Kasih’, Ristia buku puisinya berjudul ‘Lebaran Tanpa Ibu’ dan Yuliani Kumudaswari buku puisinya berjudul ‘Menyusuri Waktu’. Tajuk dari Sastra Bulan Purnama mengambil formula dari tiga judul buku puisi yang dirangkai dalam kalimat ‘Kasih Ibu Menyusuri Waktu’.

Buku puisi Novi Indrastuti berbeda dari buku puisi, Ristia dan Yuliani. Karena buku puisi Novi dibuat dalam formula puisi fotografi, dalam arti buku puisi berkolaborasi dengan karya foto karya Harno DP. Harno membuat puisi melalui visual fotografi dan Novi, puisinya dari visual kata.

Ons Untoro, koordinator Sastra Bulan Purnama, yang sekaligus bertinfdak sebagai edior dari dua buku puisi karya Ristia Herdiana dan Yuliani Kumdaswari mengatakan, bahwa kedua peremepuan penyair ini bukan baru pertama kali menerbitkan buku puisi, Yuliani sudah kali ketiga menerbitkan puisi tunggal karyanya, da Ristia Herdiana, untuk kali kedua buku puisi tunggal diterbitkan.

“Selain itu, puisi keduanya, dan juga puisi Novi Indrastuti, telah diterbitkan dalam bentuk antologi puisi bersama” ujar Ons Untoro.

Ketiga perempuan penyair ini, demikian kata Ons Untoro, sudah beberapa kali tampil di Sastra Bulan Purnama, dan mereka dipertemukan di ruang sastra ini, yang kemudian masing-masing saling bersahabat.

“Rupanya, puisi bisa saling merekatkan dalam pergaulan” kata Ons Untoro.

Selain akan dibacakan oleh penyairnya sendiri, puisi karya dari tiga perempuan penyair ini akan dbacakan oleh para pembaca puisi, dan akan dibuat menjadi lagu untuk dipentaskan. Kelompok Sastra Mantra akan mengolah puisi menjadi satu pertunjukan. Para pembaca yang akan tampil, Agus Leylor, Aminoto, Alfi Idris, Essy Masita, Yantoro, atau lebih dikenal dengan nama Yanjangkrik, Uzi Fauziah.

“Kelompok musik yang menamakan diri Aesthetic Group akan mengalunkan lagu puisi dari karya Novi Indrastuti” ujar Ons Untoro.

Ketiga perempuan penyair ini, selain pernah tampil di Sastra Bulan Purnama, juga pernah membaca puisi ditempat-tempat lain. Ketiganya, sebagai penyair, tumbuh ketika media sosial sedang marak, dan mereka menangkap media sosial dan media digital sebagai ruang untuk mendistribusikan karya-karya mereka.

“Era media sudah berubah dan kreator perlu melihat ruang-ruang media secara lain” kata Ons Untoro.

Selain rajin menulis puisi, ketiga perempuan penyair memiliki kegiatan keseharian yang berbeda. Yang menyamakan dari ketiganya ialah, mereka merupakan ibu rumah tangga dari anak-anaknya dan suaminya. Namunm ketiganya memiliki kegiatan yang mungkin tidak langsung bersentuhan dengan puisi. Ristia Herdiana misalnya, juga memiliki usaha lain, dan Yuliani Kumudaswari sebagai ibu rumah tangga, sementara Novi Indrastuti sebagai pengajar di Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, mengajar teori puisi.

“Jadi, sebenarnya saya sekaligus melakukan praktek dari mata kuliah yang saya ajarkan” kata Novi Indrastuti. (*)



Close Ads X