FFI 2018 Akan Berikan Apresiasi bagi Para Kritikus Film

Kompas.com - 02/10/2018, 09:28 WIB
Komite FFI 2018 - 2020 Lukman Sardi di sela peluncuran FFI 2018 di XXI Metropole, Jakarta Pusat, Senin (1/10/2018) malam. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGKomite FFI 2018 - 2020 Lukman Sardi di sela peluncuran FFI 2018 di XXI Metropole, Jakarta Pusat, Senin (1/10/2018) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Festival Film Indonesia (FFI) 2018 tak hanya akan memberikan penghargaan kepada para insan perfilman Tanah Air. Ketua Komite FFI 2018 -2020, Lukman Sardi, mengatakan bahwa pihaknya juga bakal mengapresiasi para kritikus film.

"Jadi mulai tahun ini, kami akan mengadakan penilaian untuk kritik film. Nanti bagaimana prosesnya, kami akan umumkan di media sosial kami," ujar Lukman dalam konferensi pers FFI 2018 di XXI Metropole, Jakarta Pusat, Senin (1/10/2018) malam.

Komite FFI 2018 mengatakan kritik film merupakan bagian yang penting dalam industri perfilman, khususnya di Indonesia. Sehingga setelah berdiskusi, Komite FFI memutuskan memberi penghargaan kepada kritikus film yang dianggap mumpuni.

"Tentunya kritik film itu penting. Bagaimana kami melihat begitu berkembangnya orang-orang mengamati film. Yang akhirnya kami pikir kami harus melakukan kayak semacam 'pendidikan' tentang kritik film itu sndiri. Supaya si filmmaker akan merasa mendapatkan masukan yang benar," ujar Lukman.

Ia menambahkan, selain kritikus, FFI tahun ini juga akan memberikan penghargaan kepada orang-orang yang sudah punya jasa luar biasa terhadap film Indonesia. Baik itu dalam hal pengembangan kualitas atau apa pun itu, namun mereka kadang di luar radar.

"Atau mungkin mereka yang belum pernah dapat Piala Citra. Yang punya pencapaian dalam film, tapi belum pernah dapat piala. Misalnya produser yang terus bikin film pas film Indonesia jatuh atau orang teknis. Dulu ada yang bikin sistem Dolby pertama di Indonesia," ucap Lukman.

Pemberian penghargaan itu akan berbarengan dengan malam pengumuman nominasi FFI 2018 pada 6 November 2018 mendatang.

"Jadi ada malam nominasi dan malam apresiasi kami sebutnya. Ini agak berbeda. Malam nominasi mengumumkan nominenya. Sementara malam apresiaisi kami akan memberikan apresiasi terhadap mereka yang kami nilai punya pencapaian luar biasa dalam peningkatan film Indonesia," ujar Lukman.

Festival Film Indonesia 2018 akan berlangsung di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, pada Desember 2018.

Baca juga: Lulus Sensor, Syarat Mutlak Film yang Layak Seleksi untuk FFI 2018



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X