Fasilitas Taman Indonesia Kaya - Kompas.com

Fasilitas Taman Indonesia Kaya

Kompas.com - 11/10/2018, 07:39 WIB
Gerbang Mural karya 5 seniman muda Semarang (Puthut Aldoko Wilis, Arief Hadinata, Azis Wicaksono, Guruh Indra W dan Muhammad So?if).Kompas.com/Jodhi Yudono Gerbang Mural karya 5 seniman muda Semarang (Puthut Aldoko Wilis, Arief Hadinata, Azis Wicaksono, Guruh Indra W dan Muhammad So?if).

SEMARANG, KOMPAS.com--Setelah membangun Galeri Indonesia Kaya sebagai ruang publik pertama di Indonesia yang memadukan konsep edukasi dengan digital multimedia untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia, Bakti Budaya Djarum Foundation kembali membangun ruang publik lainnya yang didedikasikan untuk masyarakat dan dunia seni pertunjukan Indonesia. Pada Rabu, 10 Oktober 2018, bertepatan dengan ulang tahun Galeri Indonesia Kaya ke-5, Pemerintah Kota Semarang dan Bakti Budaya Djarum Foundation meresmikan Taman Indonesia Kaya.

Taman Indonesia Kaya memiliki beberapa fasilitas yang dapat dikunjungi, seperti Panggung Budaya yang dibangun dengan 2 sisi yang dapat digunakan.

Sisi pertama, menghadap SMA N 1 dapat digunakan untuk pementasan dengan kapasitas ± 200 orang dan sisi menghadap kantor gubernur dapat menampung ± 800 orang, Taman Pandawa Lima yang dibuat oleh Komroden Haro, Pelataran Penikmat Seni, Amphitheater, Area Hijau, Gerbang Mural karya 5 seniman muda Semarang (Puthut Aldoko Wilis, Arief Hadinata, Azis Wicaksono, Guruh Indra W dan Muhammad So’if), dan Air Mancur Menari yang dibangun oleh Pemerintah Kota Semarang yang dapat bergerak selaras dengan alunan musik klasik dan lagu-lagu perjuangan Indonesia yang dijadwalkan akan menyala setiap hari pada pukul 19.00 – 20.00 dan hingga pukul 21.00 di akhir pekan.

Pelataran Penikmat Seni Amphitheater berkapasitas 1.000 pengunjung yang dibangun oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini dilengkapi dengan sarana pendukung pertunjukan seperti ruang ganti penampil dengan pendingin ruangan, serta toilet umum dan disabilitas.

 “Lima tahun yang lalu, kami meresmikan Galeri Indonesia Kaya di Jakarta sebagai ruang publik yang bertujuan untuk mengenalkan kebudayaan Indonesia. Sejak 10 Oktober 2013, Galeri Indonesia Kaya telah menyelenggarakan lebih dari 1.500 pertunjukan seni yang melibatkan ratusan seniman Indonesia dari berbagai generasi. Hari ini, kami meresmikan Taman Indonesia Kaya di Semarang yang juga menjadi ruang publik untuk mendukung aktivitas dan keberlangsungan seni budaya lokal di Jawa Tengah dan di Indonesia.

Ke depannya, Taman Indonesia Kaya akan menampilkan ragam seni pertunjukan yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Dengan adanya Taman Indonesia Kaya ini, diharapkan seni pertunjukan Indonesia dapat lebih maju dan lebih berkembang di tanah air kita,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation

Perawatan hijau taman akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang, sedangkan untuk pihak Bakti Budaya Djarum Foundation dijadwalkan untuk menyelenggarakan pertunjukan panggung budaya dan seni dari para pekerja seni yang dapat dinikmati masyarakat setiap satu bulan sekali. Pertunjukan pertama direncanakan akan diadakan pada tanggal 27 Oktober 2018 yang akan diisi oleh seniman senior Indonesia, yaitu Butet Kertaradjasa, Agus Noor, Djaduk Ferianto, Cak Lontong, Prie GS, Sruti Respati, dan seniman-seniman asal Semarang, Jogja, Solo, dan Kudus akan turut meramaikan pementasan perdana di Panggung Budaya Taman Indonesia Kaya.

Pembangunan Taman Indonesia Kaya yang dikerjakan oleh PT Idealand Cipta Hijau ini membutuhkan waktu 11 bulan dalam melengkapi semua fasilitas. Nantinya di Taman Indonesia Kaya juga akan mengadakan program-program seperti workshop tari ataupun kegiatan yang berhubungan dengan seni pertunjukan dan diadakan secara rutin. Program ini akan bekerja sama dengan para komunitas seni yang ada di Semarang dan masyarakat dapat mengikuti program ini tanpa dipungut biaya. Panggung Budaya dapat digunakan untuk kegiatan seni dan budaya secara gratis pula. Untuk informasi lebih lanjut tentang penggunaan dan peminjaman Panggung Budaya di Taman Indonesia Kaya, para seniman dan pekerja seni dapat mengirimkan email ke taman@indonesiakaya.com
*
Sekilas tentang BAKTI BUDAYA DJARUM FOUNDATION
Sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, PT Djarum memiliki komitmen untuk menjadi perusahaan yang turut berperan serta dalam memajukan bangsa dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempertahankan kelestarian sumber daya alam Indonesia.
 
Berangkat dari komitmen tersebut, PT Djarum telah melakukan berbagai program dan pemberdayaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di masyarakat dan lingkungan selama kurun waktu 60 tahun. Pelaksanaan CSR ini dilaksanakan oleh Djarum Foundation yang didirikan sejak 30 April 1986, dengan misi untuk memajukan Indonesia menjadi negara digdaya yang seutuhnya melalui 5 bakti, antara lain Bakti Sosial, Bakti Olahraga, Bakti Lingkungan, Bakti Pendidikan, dan Bakti Budaya. Semua program dari Djarum Foundation adalah bentuk konsistensi Bakti Pada Negeri, demi terwujudnya kualitas hidup Indonesia di masa depan yang lebih baik dan bermartabat.
 
Dalam hal Bakti Budaya Djarum Foundation, sejak tahun 1992 konsisten menjaga kelestarian dan kekayaan budaya dengan melakukan pemberdayaan, dan mendukung insan budaya di lebih dari 3.000 kegiatan budaya. Beberapa tahun terakhir ini, Bakti Budaya Djarum Foundation melakukan inovasi melalui media digital, memberikan informasi mengenai kekayaan dan keragaman budaya Indonesia melalui sebuah situs interaktif yang dapat diakses oleh masyarakat luas melalui www.indonesiakaya.com. Kemudian membangun dan meluncurkan "Galeri Indonesia Kaya" di Grand Indonesia, Jakarta. Ini adalah ruang publik pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memadukan konsep edukasi dan multimedia digital untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia agar seluruh masyarakat bisa lebih mudah memperoleh akses mendapatkan informasi dan referensi mengenai kebudayaan Indonesia dengan cara yang menyenangkan dan tanpa dipungut biaya.
 
Bakti Budaya Djarum Foundation juga melakukan pemberdayaan masyarakat dan rutin memberikan pelatihan membatik kepada para ibu dan remaja sejak 2011. Hal ini dilatarbelakangi kelangkaan dan penurunan produksi Batik Kudus akibat banyaknya para pembatik yang beralih profesi. Untuk itu, Bakti Budaya Djarum Foundation melakukan pembinaan dalam rangka peningkatan keterampilan dan keahlian membatik kepada masyarakat Kudus agar tetap hadir sebagai warisan bangsa Indonesia dan mampu mengikuti perkembangan jaman tanpa menghilangkan ciri khasnya. Lebih lanjut informasi mengenai Bakti Budaya Djarum Foundation dapat mengakses www.djarumfoundation.org, www.indonesiakaya.com.



Close Ads X