Doa Siti Nurhaliza untuk Mendiang Saleem Iklim

Kompas.com - 14/10/2018, 14:35 WIB
Siti Nurhaliza diabadikan di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta, Rabu (11/1/2017).KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Siti Nurhaliza diabadikan di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta, Rabu (11/1/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com -- Melalui akun Instagram-nya, @ctdk, penyanyi kawakan Malaysia Siti Nurhaliza (39) menyampaikan duka atas berpulangnya AM Salim Abdul Majeed atau Salim "Iklim" pada Minggu (14/10/2018) waktu Malaysia.

Siti juga mendoakan mendiang Saleem mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

"Takziah buat seluruh ahli keluarga arwah & semoga arwah di tempatkan bersama insan insan terpilih di sana.. Alfatihah...," tulis Siti, yang dikutip oleh Kompas.com, Minggu.

Siti Nurhaliza juga me-repost unggahan belasungkawa dari Universal Muzik Malaysia atas kepergian Saleem "Iklim" berupa doa dan sebuah foto kenangan berwarna hitam putih.

"#Repost @universalmuzikmy Al-Fatihah..seorang penyanyi lagenda, Saleem Iklim telah meninggalkan kita semua pagi tadi..takziah kami ucapkan kepada seluruh ahli keluarga beliau,sama2 kita berdoa agar beliau sentiasa ditempatkan di kalangan orang2 yang beriman..semoga roh beliau dicucuri rahmat #salimiklim #lagenda," tulis Siti.

Saleem "Iklim" meninggal dunia dalam usia 56 tahun di Pusat Perubatan Universiti Kebangsaan Malaysia (PPUKM), Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (14/10/2018) pukul 06.15 waktu setempat.

Sebelumnya, ia dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) setelah mengalami kecelakaan sepeda motor pada 20 September 2018.

Kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 15.30 waktu setempat. Ketika itu, Saleem mengendarai sepeda motor dari arah Kajang ke arah Lebihraya Cheras dan diberitakan bertabrakan dengan mobil pada rute yang sama di Plaza Tol Batu 11, Lebuhraya Cheras-Kajang.

Diberitakan pula, ketika kecelakaan terjadi, pengemudi mobil mencoba berbelok ke kiri untuk memasuki kantor Grand Saga, Plaza Tol Batu 11, sebelum sisi kiri mobil itu ditabrak oleh sepeda motor Saleem.

Dua belas tulang rusuk Saleem patah dan salah satunya menusuk paru-paru Saleem. 

Semasa hidupnya, Saleem bersama band Iklim, yang beraliran slow rock, pernah menggebrak industri musik Malaysia lewat singel "Suci dalam Debu" dari album Satu Kesan Abadi (1997).

Lagu tersebut sukses di pasaran dan meraih popularitas tinggi sampai ke Indonesia ketika itu.

"Suci dalam Debu" juga membantu nama band Iklim meroket di Indonesia serta menjadi salah satu lagu era 1990-an yang paling terkenal bahkan sampai saat ini.



Close Ads X