"Envy", Lagu Kritis dan Penuh Pertanyaan dari Monkey to Millionaire

Kompas.com - 20/10/2018, 17:25 WIB
Monkey to MillionaireDOK. PRIBADI Monkey to Millionaire

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak butuh waktu lama bagi Monkey to Millionaire untuk segera merilis karya terbaru mereka setelah tahun lalu album Tanpa Koma mereka rilis. Album ketiga Monkey yang menghadirkan singel "Kekal" dan juga "Tular".

Bagaimana tidak, para personel Monkey to Millionaire boleh dibilang cukup "tak sabaran" untuk mengabadikan inspirasi-inspirasi di kepala mereka ke dalam lagu.

Hingga akhirnya Monkey to Millionaire mempersembahkan sebuah singel baru bertajuk "Envy" yang menjadi napas baru band yang digawangi Aghan Sudrajat (bas) dan Wisnu Aji (vokal, gitar) tersebut.

Baca juga: Hari Ini, Monkey to Millionaire Melepas Tular

 

"Envy" adalah singel pembuka untuk album keempat Monkey to Millionaire yang kini tengah jadi fokus utama mereka.

"Lagu ini tentang gimana orang-orang mau ngelakuin apa aja untuk terkenal. Bahkan sampai ngejual kehidupan pribadi mereka cuma buat kebutuhan promosi dan naikin nama. Entah itu mengumbar atau diumbar, playing victim atau membuat orang lain jadi victim. Cuma buat membuat bagus nama sendiri," tutur Wisnu dalam email yang dikirimnya kepada Kompas.com, Sabtu (20/10/2018). 

Dari kisah yang dilihat Wisnu, sang vokalis akhirnya mengemas "Envy" sebagai lagu kritis penuh pertanyaan. Sebenarnya lagu 'Envy' bisa menjadi sindiran untuk mereka yang gila popularitas hingga rela melakukan apa saja. Lebih tepatnya sindiran yang cukup sarkastis.

Dari sisi musik, Monkey to Millionaire kini lebih simpel dari dua album sebelumnya. Di album keempat ini mereka berusaha membuat singel-singelnya menjadi easy listening dan apa adanya.

Bukan meninggalkan perkembangan yang dialami Monkey to Millionaire, justru lagu-lagu baru ini menjadi lembaran baru perjalanan pemilik singel "Replika" tersebut. 

"Kami ngerasain banget berkembang dari segi aransemen untuk lagu-lagu baru Monkey to Millionaire. Karena ternyata untuk membuat lagu ini terdengar sederhana dan catchy itu susah ya. Rasanya sudah lama sekali enggak ngelakuin hal itu," ujar Aghan.

Proses pendewasaan bagi Monkey to Millionaire pun nantinya akan tertuang jelas dalam album yang masih terus digodok. Aghan dan Wisnu memastikan bahwa kali ini aransemen musik mereka tidak akan serumit sebelumnya dan membuat segala sesuatunya sederhana tanpa mengesampingkan keinginan bereksplorasi.

Untuk albumnya sendiri, Monkey to Millionaire memilih tidak dulu membicarakan tentang judulnya. Penggarapan album ini disertai begitu banyak hal baru seperti logo dan juga pemain tambahan terutama pengisi drum di tubuh Monkey to Millionaire.

We have beliefs more than what people say
To make clear our path away
You think you seen it all?
Well you think you have seen it all?

We are not allowed to get rest
We got tested along the way
Problems are keep on finding us
In my head its just buzzing away




Close Ads X