4 Fakta Stan Lee, Penulis Obituari hingga Niat Berhenti dari Komik

Kompas.com - 14/11/2018, 07:18 WIB
Produser eksekutif dan penulis komik Stan Lee menghadiri menghadiri pemutaran perdana film Spider-man: Homecoming di TCL Chinese Theater di Hollywood, California, pada 28 Juni 2017. AFP PHOTO / VALERIE MACONProduser eksekutif dan penulis komik Stan Lee menghadiri menghadiri pemutaran perdana film Spider-man: Homecoming di TCL Chinese Theater di Hollywood, California, pada 28 Juni 2017.

KOMPAS.com - Petinggi Marvel Comics, Stanley Martin Lieber atau yang populer dengan nama Stan Lee, meninggal dunia di Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles pada Senin (12/11/2018) waktu setempat.

Semasa hidupnya, Stan Lee ikut menciptakan karakter superhero besutan Marvel, seperti Spider-Man, Iron Man, Fantastic Four, X-Men, dan Daredevil.

Dilansir dari Screenrant, Stan Lee juga pernah menjalani beragam profesi yang cukup berbeda dengan profesi yang membuat dia dikenal sekarang.

Berikut sejumlah fakta unik tentang Stan Lee:

1. Penulis obituari

Ketika Stan Lee masih duduk di bangku sekolah, ia bekerja paruh waktu sebagai penulis berita kematian atau obituari untuk layanan berita dan siaran pers di Pusat Tuberkulosis Nasional.

Padahal, semasa remaja Stan Lee memiliki mimpi menjadi penulis profesional dan membuat "Great American Novel" yang laku di pasaran.

Baca juga: Stan Lee Kerap Tampil "Cameo", Ini 10 Video Penampilan Terbaiknya

 

2. Menjadi Editor di usia 19 tahun

Berkat bantuan dan dukungan pamannya, Robbie Solomon, Stan Lee menjadi asisten di Timely Comics, di bagian divisi Pulp Magazine untuk penerbit Martin Goodman, New York, AS.

Selama menjadi editor, Stan Lee merasa bosan. Karena pekerjaannya hanya mengisi tinta, mengambil makan siang, proofreading, dan menghapus garis pensil tiap halaman.

Namun, ia tetap memiliki tekad untuk mempelajari apa saja yang perlu diketahui untuk mencapai tujuannya, yakni membuat komik sendiri.

Pada 1941, Stan Lee sempat bekerja untuk mengisi teks pada komik Captain America yang terbit pada Mei 1941.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X