Ridho Slank dan Ello Kembali ke Citra Rasa Tanah Kelahiran

Kompas.com - 12/01/2019, 16:10 WIB
Dua musisi Indonesia Ridho Hafiedz dan Marcello Tahitoe sama-sama membuat warung makan dengan citra rasa Maluku yang diberi nama Warung Katong. Dokumentasi PribadiDua musisi Indonesia Ridho Hafiedz dan Marcello Tahitoe sama-sama membuat warung makan dengan citra rasa Maluku yang diberi nama Warung Katong.


JAKARTA, KOMPAS.com - Memiliki kesamaan latar belakang sebagai orang Maluku, dua musisi Indonesia Ridho Hafiedz dan Marcello Tahitoe sama-sama membuat warung makan dengan citra rasa kampung halaman yang diberi nama Warung Katong.

Gitaris Slank dan pria berambut jabrik yang akrab disapa Ello itu ingin mengenalkan budaya Maluku yang sangat kaya dengan cara sederhana, yakni melalui kuliner.

Dengan konsep kasual yang memungkinkan siapa saja bisa datang, nongkrong, untuk menikmati menu dengan harga terjangkau, Ridho dan Ello membangung warung makan ini dengan tiga area, kopi katong, warung mada, dan porto bar. Tidak tanggung-tanggung, mereka mendatangkan langsung koki dan rempah langsung dari Ambon.

Baca juga: Aurelie Moeremans Sebut Sudah Rencanakan Pernikahan dengan Ello

"Selain menu makanan ciri khas Maluku seperti nasi lapola dan papeda, kopi yang menjadi budaya Maluku, melting pot sejak awal rekonsiliasi Ambon dan warung kopi menjadikan Kopi Katong menjadi salah satu ciri khas dari warung makan ini. Yang mana biji kopi pilihan didatangkan langsung dari tanah Maluku," kata Ridho dalam email yang diterima Kompas.com, Sabtu (12/1/2019).

Selain itu, menurut Ridho ada satu hal lagi yang tidak bisa dipisahkan dari budaya Maluku, yaitu musik.

"Warung Katong juga menyediakan panggung untuk bermusik. dengan dikurasi langsung oleh saya dan Ello, memberikan akses bagi teman-teman musisi yang ini bermusik di warung makan ini," ungkapnya.

Berlokasi di Setiabudi, Ridho dan Ello memilih Bandung menjadi kota pertama Warung Katong.

"Bandung yang masyarakatnya heterogen dan merupakan salah satu kota pelajar, jadi kami ingin tempat ini jadi melting pot tempat mereka. Sehingga punya memori baik untuk ke depannya," ujar Ridho.

Selain dengan latar belakang Maluku, tempat ini juga dibangun untuk dengan membawa beberapa pesan. Salah satunya adalah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Baca juga: Kurangi Sampah Plastik, Kaka Slank Biasakan Bawa Botol Minum Sendiri

"Warung Katong menyediakan sedotan tetapi hanya ada jika diminta, penggunaan kantong untuk take away. Selaian mengurangi sampah plastik. Warung Katong juga ingin membawa kembali budaya 'ngobrol' itulah mengapa di Warung Katong tidak menyediakan wifii," jelas Ello.

"Tempat kami tidak menyediakan wifii karena hidup bukan sekedar update status. Ngopi ya ngobrol," tuntasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X