Ke Broadway Gembleng Seniman Kelas Dunia

Kompas.com - 05/02/2019, 23:38 WIB
Sehabis jumpoa persKompas.com/Jodhi Yudono Sehabis jumpoa pers

Di hadapan wartawan di Jakarta, Senin 4 Februari 2019, Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, mengutarakan bahwa sudah saatnya Indonesia memiliki bintang-bintang berkaliber dunia.

Untuk itu, pihak Djarum Foundation menginisiasi pencarian bakat dan menggodoknya ke Broadway sebagai pusat pertunjukan drama musikal paling maju di muka bumi ini.

Melalui program Ruang Kreatif, pihak Djarum mempersembahkan “Indonesia Menuju Broadway” yang diperuntukan bagi para seniman muda berbakat di Indonesia.

Bekerja sama dengan Passport to Broadway, New York, Indonesia Menuju Broadway merupakan sebuah program beasiswa pelatihan bagi seniman muda untuk mendapatkan ilmu panggung dengan standar broadway di Indonesia.

“Ruang kreatif merupakan program inisiatif Indonesia Kaya yang memiliki tujuan untuk mengenalkan seni pertunjukan dan tradisi Indonesia, serta menjadi wadah untuk memupuk dan memotivasi talenta pekerja seni pertunjukan khususnya kepada generasi muda. Setelah sebelumnya program di ruang kreatif ditujukan bagi para komunitas seni dan manajemen produksi seni pertunjukan, kali ini ruang kreatif ditujukan kepada para seniman muda yang menekuni genre musikal yang banyak diminati pada saat ini," ujar Renitasari Adrian.

Renita melanjutkan, audisi dilakukan pada tanggal 3 & 4 Februari 2019 di Balai Resital Kertanegara. Dari proses audisi, akan dipilih 70 orang yang berkesempatan mengikuti program pelatihan di Balai Resital Kertanegara, Jakarta pada tanggal 20-24 Februari 2019, yang kemudian akan kembali dipilih 10 orang peserta yang mendapatkan beasiswa pelatihan di New York di bulan Juli 2019.

Dalam proses audisi ini  melibatkan juri-juri yang telah memiliki pengalaman di bidang seni pertunjukan seperti, Ari Tulang, Andrea Miranda, Garin Nugroho, dan Ufa Sofura.

"Di sana mereka akan mendapatkan workshop selama lima hari, jika memungkinkan akan dilihat produser. Filipina punya Lea Salonga, masa Indonesia nggak punya seniman yang mendobrak Broadway," imbuh Renita.
 
Garin Nugroho sebagai salah satu juri mengatakan, drama musikal jika dikemas akan menjadi tujuan turisme sekaligus menjadi ciri kehidupan kota besar. Melalui ruang kreatif, Garin berharap menemukan bibit-bibit baru yang mampu memadukan tiga cabang kesenian dengan baik, yakni seni tari, akting, dan menyanyi.

Garin pun menyebut, betapa kita memiliki sumber daya kreatif yang besar. "Kita memiliki sumber cerita, musik, keaktoran, sebagaimana kita saksikan dalam garapan I Lagaligo," terang Garin.

“Telah banyak seniman dan komunitas seni muda yang lahir dari program ruang kreatif dan menampilkan nuansa baru di dunia seni pertunjukan Indonesia. Dalam proyek kolaboratif bersama para pengajar dari Broadway, tentunya akan memberi pandangan baru bagi para seniman-seniman muda untuk menciptakan karya seni pertunjukan. Program ini menjadi program yang menantang dan diharapkan dapat mendorong peserta untuk memberikan hasil yang terbaik,” terang Garin Nugroho.




Close Ads X