Disutradarai Angga Dwimas Sasongko, Novel NKCTHI Diangkat ke Film

Kompas.com - 11/02/2019, 16:04 WIB
(Kiri ke kanan) Sutradara Angga Dwimas Sasongko, produser Anggia Kharisma, penulis Marchella FP,  saat mengadiri jumpa pers film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) di Ecology, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019). Kompas.com/Tri Susanto Setiawan(Kiri ke kanan) Sutradara Angga Dwimas Sasongko, produser Anggia Kharisma, penulis Marchella FP, saat mengadiri jumpa pers film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) di Ecology, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradara Angga Dwimas Sasongko akan mengerjakan proyek film terbarunya yang berjudul Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini ( NKCTHI) yang diadaptasi dari buku best-seller karya penulis Marchella FP.

Produser Anggia Kharisma mengungkapkan alasan rumah produksi Visinema Pictures menggarap film tersebut.

"Buku NKCTHI adalah kumpulan tulisan yang merefleksikan pengalaman personal seseorang. Bukunya sukses membawa konten sederhana, namun unik dan memikat sehingga saya ingin mengadaptasi ke dalam medium layar lebar," ujar Anggia dalam jumpa pers di Ecology, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

Anggia mengaku sudah lama membidik kisah dalam buku tersebut untuk diadaptasi ke film. Saat itu, Anggia melihat penggalan kisah yang ditulis oleh sang penulis lewat fitur insta story Instagram sebelum dibuatkan versi bukunya.

"Gua nge-fans banget sama kisahnya. Jadi waktu itu masih di Instagram, ceritanya menenangkan sekali, akhirnya kami menunggu waktu yang tepat," kata dia.

Hal senada diungkapkan Angga. Saat membaca buku tersebut, Angga merasa bahwa ceritanya begitu dekat dengan kehidupan orang-orang.

"Ceritanya banyak terjadi di sekeliling kita. Lalu ngobrol sama Anggia, kami berdua bilang ini menarik dijadikan film. Kami biasanya memang membuat film yang berangkat dari story line yang tidak utuh, kayak Filosofi Kopi dan Keluarga Cemara, proses-proses itu buat Visinema Pictures adalah yang menyenangkan. Kami lihat itu di NKCTHI," ujar Angga.

Penulis NKCTHI, Marchella, mengatakan ia senang bukunya diadaptasi ke layar lebar. Ia berujar bahwa buku tersebut dibuat berdasarkan banyaknya pengalaman cerita orang-orang yang didapat.

"Tulisan ini sangat personal buat saya sampai akhirnya masuk proses riset. Saya ketemu ribuan cerita dari berbagai sudut pandang, dari situ cerita diperkaya jadi rangkuman banyak rasa yang disederhanakan," kata dia.

NKCTHI merupakan bentuk sastra dengan penyajian yang mendalam dan kontennya dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pesan-pesan pendek yang membumi soal kehidupan sehari-hari dari Awan, seorang ibu, yang dikirimkan pada anak dan cucunya di masa depan mampu memikat banyak pembaca.

Sebagai informasi, buku NKCTHI merupakan buku ketiga Marchella dan sudah 12 kali dicetak sejak kali pertama terbit pada Oktober 2018.

Baca juga: Angga Dwimas Sasongko Tertarik Bikin Sekuel Love for Sale



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X