Noorca dan Yudhis Tampil di Sastra Bulan Purnama

Kompas.com - 15/02/2019, 10:00 WIB
Noorca dan YudhisRayni Noorca dan Yudhis

YOGYAKARTA, KOMPAS.com--Dua saudara kembar, yang dikenal sebagai sastrawan, Noorca Massardi dan Yudhistira Massardi akan tampil di Sastra Bulan Purnama edisi 89, Rabu 20 Februari 2019, pkl. 19. 30 di Tembi Rumah Budaya, jl. Parangtritis Km 8,5, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta.

Keduanya akan meluncurkan novelnya yang terbaru. Yudhis meluncurkan novel berjudul ‘Penari dari Serdang’ dan Noorca novelnya berjudul ‘Simvlacrvm’, yang ditulis bersama putri sulungnya Cassandra Massardi.

Judul novel Noorca unik, terutama pada pilihan huruf yang diganti. Huruf ‘U’ diganti huruf ‘V. sehingga kita bisa membacanya menjadi Simvlacrvm, dari kata yang mestinya Simulacrum.

Selain akan dibacakan dari masing-masing petikan novel karya keduanya. Ada pertunjukan musik dan puiisi, yang tampil bersama Yudhistira, yakni Gema Isyak ‘Soloensis’, Gandhi Asta, Farida Klara Tika. Sedang Noorca Massardi akan mengajak Nunung Deni Puspitasari membacakan pethikan novel, dan Yoppi Smong dkk akan menampilkan musik puisi.

Yudhis dikenal telah menerbitkan sejumlah buku, salah satu novelnya yang ditulis tahun 1977, berjudul ‘Arjuna Mencari Cinta’. Ia juga sudah menerbitkan beberapa antologi puisi selain ‘Sajak Sikat Gigi’, di tahun 2015 ia menerbitkan buku ’99 Sajak, dan dua tahun kemudian (2017) menerbitkan ‘Perjalanan 63 Cinta’ dan ‘Luka Cinta Jakarta’, diterbitkan oleh KPG.
Noorca Massardi, selain sudah menulis novel juga menulis sejumlah naskah drama, dan dikenal sebagai sutradara.

Dua novelnya yang pernah ditulis di antaranya berjudul ‘Sekuntum Duri’ (1978) dan ‘Mereka Berdua’ (1981). Karya lakonnya pernah memennagi Sayembara Penulisan Lakon Dewan Kesenian Jakarta, di antaranya:  Perjalanan Kehilangan (1974), dan Terbit Bulan Tenggelam Bulan (1976) Sayembara Penulisan Lakon Anak-anak Direktorat Kesenian Depdikbud: Tinton (1976), dan Mencari Taman (1978) Sayembara Penulisan Lakon Pemerintah Daerah Jawa Barat Kuda-Kuda (1975).

Noorca dan Yudhistira selain dikenal sebagai sastrawan, keduanya juga dikenal sebagai wartawan. Aktivitas menulis tak pernah ditinggalkan oleh keduanya. Novel terbaru karya Noorca dan Yudhistira merupakan bukti bahwa saudara kembar ini tidak pernah berhenti menulis.

Ons Untoro, selaku koordinator Sastra Bulan Purnama, yang sudah lebih dari 7 tahun diselenggarakan kembali mengajak Noorca dan Yudhistira tampil di Sastra Bulan Purnama secara bersamaan. Sebelumnya, keduanya pernah tampil terpisah di Sastra Bulan Purnama pada bulan dan tahun yang berbeda.

“Karena Noorca dan Yudhistira mempunyai novel yang baru saja terbit, saya minta  pethikannya dibacakan di Sastra Bulan Purnama, sekaligus untuk menyambut usia 65 tahun keduanya, yang tepatnya akan diperingati tanggal 28 Februari 2019” kata Ons Untoro.

Dijelaskan oleh Ons Untoro, Sastra Bulan Purnama memang terbuka untuk jenis karya sastra lainnya, kalau selama ini banyak menampilkan buku puisi, dan beberapa cerpen, untuk kali ini meluncurkan novel.

“Memang tidak mungkin membacakan semua kisah dari dua novel karya Noorca dan Yudhistira, maka akan dibacakan pethikan dari novel tersebut” ujar Ons Untoro.

Meskipun yang diluncurkan novel, bukan berarti tidak ada pertunjukan puisi. Karena keduanya juga dikenal luas sebagai penyair, Noorca dan Yudhistira akan menyajikan musik puisi, dari kelompok musik yang mereka ajak tampil untuk mengolah lagu puisi, bahkan Yudhistira akan menyajikan keroncong puisi, bukan rock puisi seperti pernah dia lakukan. (*)



Close Ads X