Kain Jumputan 1,1 Km untuk Pecahkan Rekor MURI

Kompas.com - 05/03/2019, 08:35 WIB
Sebanyak 52 tim utusan SMP/MTs se-Kabupaten Semarang, Rabu (27/1/2016) siang   mengikuti lomba membuat batik jumputan untuk taplak meja di SMP Negeri 1 Bawen. Kompas.com/ Syahrul MunirSebanyak 52 tim utusan SMP/MTs se-Kabupaten Semarang, Rabu (27/1/2016) siang mengikuti lomba membuat batik jumputan untuk taplak meja di SMP Negeri 1 Bawen.
Penulis Jodhi Yudono
|

PALEMBANG, KOMPAS.com--Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan menyiapkan kain jumputan 500 motif sepanjang 1,1 kilometer untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) pada festival keselamatan berkendara kalangan milenial "South Sumatra Millenial Road Safety Festival" pada 9 Maret 2019.

" Kain khas kerajinan warga Palembang saat ini sudah siap dikerjakan oleh puluhan pengerajin dan akan dibentangkan menutupi jembatan Ampera ketika festival tersebut berlangsung," kata Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel, Kombes Pol Dwie Asmoro di Palembang, Senin.

Melalui pemecahan rekor Muri tersebut diharapkan festival keselamatan berkendara yang menyasar kalangan anak muda/milenial mendapat perhatian masyarakat luas baik di dalam negeri maupun luar negeri karena masalah kecelakaan lalu lintas dengan korban sebagian besar kalangan milenial menjadi masalah dunia.

Dia menjelaskan, setiap tahun secara nasional terdapat 100 ribu korban kecelakaan lalu lintas dari jumlah itu sekitar 30 ribu di antaranya meninggal dunia dan 70 persen korbannya adalah kalangan milenial.

Sementara berdasarkan data PBB melalui WHO tercatat satu juta korban kecelakaan lalu lintas di dunia setiap tahunnya yang sebagian besar korbannya anak muda.

Melihat fakta tersebut, kasus kecelakaan lalu lintas dijadikan WHO sebagai pembunuh nomor lima di dunia dan menjadi perhatian untuk ditanggulangi secara bersama, katanya.

Melihat tingginya angka kasus dan korban kecelakaan lalu lintas yang menjadi permasalahan dunia, pihaknya berupaya menurunkan angka kasus kecelakaan lalu lintas dan meminimalkan jumlah korbannya, melalui berbagai kegiatan/gerakan sosial dan penegakan hukum, kata Dirlantas.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Palembang, Isnaini Madani menyatakan pihaknya mendukung kegiatan festival keselamatan berkendara dengan memanfaatkan kain jumputan untuk memecahkan rekor Muri.

Kegiatan pemecahan rekor Muri dengan membentangkan kain jumputan dari pangkal jembatan Ampera, Jalan Jenderal Sudirman hingga atas jembatan ikon Kota Palembang itu perlu didukung karena dapat mempromosikan potensi pariwisata di Bumi Srwijaya ini. Dengan adanya pemecahan rekor Muri, kain jumputan khas Palembang dapat menarik perhatian masyarakat secara nasional maupun internasional.

Besarnya perhatian masyarakat kepada kota ini diharapkan dapat menjadikan Palembang lebih terkenal dan mendorong wisatawan nusantara dan mancanegara tertarik berkunjung menikmati berbagai objek wisata alam dan budaya, serta membeli cendera mata baik berupa makanan maupun kerajinan khas daerah seperti kain songket dan jumputan, kata Kadis Pariwisata.



Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X