Bojonegoro Siap Gelar Tari Thengul Massal

Kompas.com - 16/03/2019, 06:48 WIB
ilusterasi ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASAilusterasi
Penulis Jodhi Yudono
|

BOJONEGORO, KOMPAS.com--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, berencana menggelar tari Thengul massal dengan jumlah 2.019 penari dalam kegiatan "International Folklore Festival", yang akan masuk Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada 13-19 Juli.

Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata dan Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Budiyanto, di Bojonegoro, Jumat, menjelaskan dalam kegiatan "International Folklore Festival", yang juga akan menampilkan pameran expo Thengul.

"Persiapan untuk menyiapkan tari Thengul massal cukup. Untuk lokasi tari Thengul massal di Stadion Letjen H. Soedirman," katanya.

Koreografer tari Disbudpar Bojonegoro Deny Ike Kirmayanti, membenarkan waktu yang dimanfaatkan mencukupi untuk mempersiapkan para penari yang akan terlibat dalam tari Thengul massal.

Ia memberikan gambaran penari yang terlibat dalam tari Thengul massal, akan diawali dari lembaga pendidikan negeri dengan merekrut seorang guru tari dan seorang siswa yang memiliki potensi seni.

"Proses rekrutmen guru tari juga seorang siswa yang memiliki kemampuan sebagai penari akan dimulai akhir Maret sampai awal April," ucapnya.

Ia menyebutkan disbudpar akan merekrut 100 penari baik guru maupun siswa, yang akan memperoleh materi tari Thengul massal yang untuk selanjutnya diajarkan kepada para siswa lainnya.

"Mereka yang kemudian akan meneruskan pelatihan tari Thengul kepada para penari lainnya di wilayahnya masing-masing," ucapnya menambahkan.

Ia optimistis waktu yang tersedia mencukupi untuk mempersiapkan tari Thenggul massal sampai pelaksanaan yang masuk agenda Internasional "International Folklore Festival" pada 13-19 Juli."Durasi tari Thengul massal selama tujuh menit," ucapnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Disbudpar Enggar Dyah Rinimukti mengatakan tari Thengul massal daerahnya itu akan masuk MURI, meskipun jumlahnya masih kalah dibandingkan dengan jumglah penari dalam kegiatan tari massal di Banyuwangi.

Kriteria masuk catatan rekor MURI, tidak bergantung dengan jumlah, tetapi keaslian tari Thengul yang akan ditampilkan memiliki perbedaan dengan karakter tari di Banyuwangi.

"Prinsipnya masuk catatan MURI karena keaslian tari Thengul. Jelas tari Thengul berbeda dengan tari di Banyuwangi," katanya.

Kegiatan "International Folklore Festival" ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan kesenian dan budaya yang diluncurkan Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah, sebagai usaha mengangkat pariwisata di daerah setempat beberapa waktu lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X