Pameran Seni Rupa "Orak-arik" di Solo

Kompas.com - 23/04/2019, 07:53 WIB
Pameran seni rupa Orak-arik. Dok. Bentara Budaya SoloPameran seni rupa Orak-arik.
Penulis Jodhi Yudono
|

SURAKARTA, KOMPAS.com--Kelompok Happines House yang terdiri Amri Faqihudin, Andri Wijaya K, Agusu, Choirul Imam, Dionisius K, Hario Gembel, Hermawan Prastya, Lahir Setya B, menggelar pameran seni rupa bertajuk "Orak-arik" di Bentara Budaya Solo.

Pembukaan pameran berlangsung pada Rabu, 24 April 2019 pukul 19.30 WIB, sementara pameran berlangsung pada 25 – 29 April 2019 pukul 09.30 – 21.30 WIB.

Selain pameran, juga diadakan Workshop berjudul Wacana Seni Rupa Kontemporer oleh Prof Narsen Afatara dan Bonyong Munny Ardhie yangberlangsung pada Jumat, 26 April 2019  pukul 19.00 WIB.

Manusia adalah makhluk sosial, di mana ia berada tentu hidup di dalam lingkungan yang membutuhkan komunikasi, partisipasi dan kontribusi yang baik.

Dengan  berbagai  kebutuhan  dan  kebiasaan  yang  berbeda-beda manusia  memiliki cara pandang masing-masing dalam pengalamannya secara individu.  Sikap dan  perilaku  seni  yang  dituangkan  bisa  menjadi  bentuk  apresiasi  yang berbeda-beda  walaupun berada dalam latar belakang yang sama.  

Pameran Seni Rupa merupakan salah satu bentuk apresiasi yang bagus untuk bersosialisasi dalam hal seni khususnya seni rupa.

Selain sebagai sarana sosialisasi juga sebagai ajang eksistensi sebagai seorang seniman. Para mahasiswa-mahasiswa seni rupa FSRD UNS Surakarta yang tergabung dalam komunitas Happines House mempunyai gagasan untuk mengadakan pameran seni rupa yang akan diselenggarakan di Bentara Budaya Solo, Balai Soedjatmoko, 10 april 2019 dengan kurator Sigit Purnomo Adi dan IGN Marutama.

Happines House adalah kelompok seni rupa yang terbentuk pada tahun 2015 beranggotakan sebagian besar mahasiswa seni rupa murni FSRD UNS dari berbagai angkatan.

Program-program yang sudah dijalankan komunitas Hapinnes House atau yang akrab dipanggil HH cukup banyak meliputi membuat diskusi seni rupa, bedah karya, pameran bersama maupun tunggal dan proyek-proyek seni lain yang asik-asik.

Proyek pameran bersama  merupakan program yang sudah berjalan beberapa kali dalam satu rangkaian nama yang disebut happines art project atau proyek seni bahagia,  pada kesempatan yang menyenangkan ini kami  menampilkan 8 perupa yang mempunyai  latar belakang dari  mahasiswa aktif Seni  Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta  dan mengambil gagasan mereka tentang “orak-arik” berdasarkan dari sudut pandang dan persepsi mereka.

Dengan berbagai teknik yang dituangkan secara visual, mereka mencoba menghadirkan karya-karya yang diharapkan bisa diapresiasi oleh masyarakat luas khususnya di Kota Surakarta dan sekitarnya.




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X