I La Galigo Kisah Asli Indonesia

Kompas.com - 27/04/2019, 09:59 WIB
Pementasan I La Galigo Dok. I La GaligoPementasan I La Galigo
Penulis Jodhi Yudono
|

JAKARTA, KOMPAS.com--Sureq Galigo merupakan kisah asli Indonesia yang unik, tanpa ada pengaruh India. Secara sosial dan spiritual, statusnya sejajar dengan Mahabharata atau Ramayana.

I La Galaigo adalag sebuah karya susastra yang lebih panjang dari karya-karya India yang sudah lebih dulu terkenal di kalangan masyarakat modern Indonesia.

Fragmen-fragmen ceritanya pun banyak yang kemudian dipilih dan disusun kembali menjadi satu kisah yang amat menarik di atas panggung.

Diawali dengan cerita penciptaan dunia dan diakhiri dengan ditutupnya batas dunia atas dan dunia bawah sehingga manusia yang hidup di dunia tengah dapat hidup normal selayaknya manusia.

Di tengah-tengahnya ada cerita-cerita, mulai dari kisah cinta yang tabu, peperangan dengan Kerajaan dari Tiongkok, sampai tipu daya yang diberkati dewata untuk menaklukan seorang perempuan.

Penataan cahaya menjadi bagian yang tidak terlepaskan dari pementasan I La Galigo ini, sehingga tontonan ini menjadi amat memukau mata.

Ditambah lagi Rahayu Supanggah sebagai salah satu komposer terbaik Indonesia  mewarnai soundscape pementasan ini, menghidupkan penampilan rombongan musisi di atas panggung. Tidak berlebihan jika pementasan I La Galigo ini disebut sebagai sebuah maha karya.
    
Pertunjukan yang berdurasi dua jam ini, tiketnya sudah dapat dibeli melalui www.ciputraartpreneur.com, Loket, atau Go-Tix, dengan harga mulai dari Rp 475.000. Dapatkan informasi promo menarik lainnya di Instagram @artpreneur, Facebook Ciputra Artpreneur, atau website www.ciputraartpreneur.com.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X