Counter Attack di Balai Soedjatmoko

Kompas.com - 08/05/2019, 22:55 WIB
Ilusterasi Dok. Bentara Budaya SoloIlusterasi
Penulis Jodhi Yudono
|

SURAKARTA, KOMPAS.com--Counter Attack! Menjadi sebuah pilihan dalam judul pameran yang diselenggarakan di Balai Soedjatmoko pada 3 - 9 Mei 2019.

Counter Attack dapat juga disebut dengan serangan balik yang artinya serangan atau perbuatan menyerang (menyerbu) dan balik sama dengan serangan yang dilakukan oleh pemain terhadap lawannya sebelum lawannya menyelesaikan serangannya.

Sehingga poin dari arti kata counter attack adalah respon yang dilakukan atas serangan lawan sebelum lawan menyelesaikan serangan, dan tentu saja maksud dari tema yang diusung dalam pameran ini bukan untuk menyerang lawan terhadap musuh didalam sebuah peperangan.

Counter attack! Menjadi sebuah metafora kalimat yang dipakai untuk menunjukkan sebuah eksistensi dari tiap-tiap perupa yang sekian lama singgah, berdiskusi, dan bergabung di dalam komunitas seni LED studios dengan menunjukkan kemampuan berkarya masing-masing untuk ditampilkan di hadapan publik seni rupa atas nama sebuah komunitas seni rupa.

Tentu saja dalam hal ini tidak ada batasan untuk karya yang mereka tampilkan, serangan yang dimaksudkan dalam hal ini adalah untuk memberikan kejutan kepada publik seni rupa tentang wacana dalam kerja seni yang dilakukan tiap perupa dengan proses kreatif mereka masing-masing sebagai seniman individu yang kemudian beralih menjadi satu manifesto bersama dalam bentuk pameran atas nama komunitas, capaian yang ingin diraih tentu saja adalah kemenangan dengan cara mendapatkan eksistensi karya dan pengakuan proses kesenian tiap-tiap perupa dihadapan publik terhadap pelbagai isu pesan yang diangkat dalam wilayah sosial, politik, estetik maupun artistik didalam karya masing-masing perupa yang diwadahi dalam komunitas LED Studios.

Dan yang paling penting dalam hal ini semua adalah perupa yang tergabung dalam komunitas LED studios adalah perupa yang bekerja dan tinggal di Surakarta, walaupun pada akhirnya tidak menjadi begitu penting tentang keberadaan seniman dimana ia tinggal, tetapi  sekali lagi dalam tiap manifesto yang disampaikan ketika LED Studios membuat sebuah event kesenian di kota Surakarta selalu mempunyai harapan bahwa solo sebagai kota yang mempunyai institusi seni dan budaya seni visual yang kuat juga dapat menjadi bagian yang penting dalam proses kerja kreatif seni rupa dalam tingkat global.

A Visual Art Exhibition
LED Studio Project
Counter Attack!
Pembukaan Pameran:
Jumat, 3 Mei 2019  | Pukul 19.30 WIB
Dibuka oleh : Darmawan Saputra
Performing Art : Sipaningkah – Musik : Ega Fausta
Diramaikan : The Mudub
Pameran Berlangsung :   
4 – 9 Mei 2019 | Pukul 09.30 – 21.30 WIB



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X